Penyerangan Az-Zikra, Berkaitan Dengan Pembatalan Pelantikan BG?

Masjid Muammar Kadafi di Kompleks Az Zikra, Sentul Bogor
Masjid Muammar Kadafi di Kompleks Az Zikra, Sentul Bogor
Masjid Muammar Kadafi di KOmpleks Az Zikra, Sentul Bogor
Masjid Muammar Kadafi di KOmpleks Az Zikra, Sentul Bogor

POJOKSATU – Penyerangan sekelompok preman yang mengatsnamakan warga menganut ajaran Syiah ke kompleks Az-Zahra Rabu Malam, ditengarai ada hubungannya dengan pembatalan pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri.

Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain, menduga penyerangan tersebut direkayasa. Pasalnya menurut dia, beberapa mingggu sebelumnya ada mantan tokoh intelijen nasional, yang mengeluarkan pernyataan kontaversi di salah satu media.

“Pernyataan beberapa minggu lalu di salah satu media, bahwa jika BG (Budi Gunawan) tidak dilantik (menjadi Kapolri), akan meletus kerusuhan Syiah-Sunni,” kata Tengku, Kamis kemarin.

Jika pernyataan itu benar, polisi harus segera mengusut dan memastikan ada tidaknya kaitan antara pernyataan tersebut dengan menyegerakan Az Zikra. Apalagi menurutnya, spanduk bertuliskan menolak Syiah itu sudah lama di pasang di Sentul. “Tapi mengapa baru sekarang meletus kekerasan. Jangan-jangan ini hanya rekayasa saja.” katanya.


MUI, kata dia, menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada penegak hukum. Aktor intelektual dan pelaku dari penyerangan ini, wajib ditelusuri. “Kemungkinan kasus ini adalah pancingan saja,” tambahnya.

Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya, kejadian penyerangan ke kompleks Az-Zahra milik ustad Arifin Ilham di Sentul Bogor, Rabu malam, dinilai janggal. Direktur Eksekutif MAARIF Institute, Fajar Riza Ul Haq, mengatakan pengakuan para terduga pelaku penyerangan dari kelompok Syiah patut didalami. (baca: Ada Kejanggalan Dalam Penyerangan Az-Zahra) (ril)