Ini yang Bikin Jokowi Lebih Suka Ngantor di Bogor

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)
Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)
Jokowi JK. JPNN
Jokowi bersama Jusuf Kalla. dok JPNN

POJOKSATU – Walikota Bogor Bima Arya memastikan Presiden Joko Widodo akan sering melakukan aktivitas di Istana Bogor. Bima mengaku menanyakan langsung kepada Jokowi terkait keinginannya berkantor di Bogor. Jokowi menjawab bahwa dia betah ngantor di Kota Hujan.

“Saya rasa bukan pindah. Tapi aktivitas presiden akan lebih banyak di Bogor. Untuk menjalankan pemerintahan tentu lebih efisien dilakukan di Jakarta,” jelas Bima kepada Pojoksatu.id, Jumat (13/2/2015).

Rencana Jokowi berkantor di Istana Bogor dikhawatirkan akan menimbulkan kemacetan baru di Kota Bogor. Namun Bima mengatakan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno meminta kepindahan Jokowi ke Bogor tidak boleh menimbulkan masalah baru seperti kemacetan.

Maka dari itu, menurut Bima, Pemkot Bogor sedang membenahi arus lalu lintas serta pedestiran di pusat kota yang ia rasa sinkron dengan rencana kepindahan Jokowi.


Salah satu upaya Pemkot Bogor untuk mengatasi kemacetan ialah dengan menjadikan arus jalan yang mengelilingi Kebun Raya Bogor menjadi searah dengan jarum jam. Selama ini, jalur di Jl Juanda dan ke Tugu Kujang masih dua arah.

Mengenai penggeseran pagar Istana untuk pelebaran pedestrian, Bima mengaku belum mendapat konfirmasi lebih lanjut dari Setneg.

“Kami sudah ajukan konsep perubahan di sekitar Istana, namun belum ada kepastian dari pusat. Desain sudah disampaikan tapi belum ada jawaban,” pungkasnya.

Keinginan Jokowi untuk lebih sering berkantor di Bogor diduga karena Jokowi senang dengan suasana Bogor yang masih sejuk. Suasananya lebih tenang ketimbang Jakarta yang sudah sangat sumpek. (cr1)