Heboh…Gara-gara Kacang, Perempuan Korea Cantik Ini Dibui 1 Tahun

Putri CEO Korean Air Cho Hyun-ah tertunduk malu di hadapan awak media di Seoul, Korsel, usai "Insiden Kacang" dalam penerbangan dari New York ke Seoul - AFP / YONHAP
Putri CEO Korean Air Cho Hyun-ah tertunduk malu di hadapan awak media di Seoul, Korsel, usai "Insiden Kacang" dalam penerbangan dari New York ke Seoul - AFP / YONHAP
Putri CEO Korean Air Cho Hyun-ah tertunduk malu di hadapan awak media di Seoul, Korsel, usai “Insiden Kacang” dalam penerbangan dari New York ke Seoul – AFP / YONHAP

POJOKSATU – Seorang perempuan cantik dari keluarga terpandang di Korea Selatan melakukan aksi tak elok yang menyedot perhatian dunia.

Cho Hyun-ah, yang diketahui putri pemilik maskapai Korea Airlines ini divonis satu tahun penjara atas ‘insiden kacang’.

Menurut pengadilan distrik Seoul Korsel, Cho Hyun-ah terbukti melanggar standar keamanan penerbangan karena secara ilegal mengubah rute penerbangan. Menurut aturan, pesawat dianggap ‘sudah mengudara’ saat mulai bergerak di landasan pacu.

Insiden memalukan itu terjadi ketika itu, Cho Hyun-ah tiba-tiba marah besar saat menerima kacang Macadamia dari awak pesawat. Ia geram karena menerima kacang yang tak pernah ia pesan. Yang paling membuat dia marah, kacang tersebut diberikan dalam kantong, bukan mangkuk.


“Cho Hyun-ah telah membuat pesawat itu seperti jet pribadinya,” tutur Hakim Oh Sung-woo, seperti dilansir AFP, Kamis (12/02).

Dalam pembacaan vonis, hakim menyebut Cho tidak memperlihatkan rasa menyesal atas aksinya, walau sudah menyerahkan surat permohonan maaf ke pengadilan. Oleh tim jaksa yang menuntutnya, Cho Hyun-ah diminta dihukum tiga tahun penjara atas berbagai pasal, yakni melanggar keamanan penerbangan, mengganggu penyelidikan dan menyerang seorang kru pesawat.

Meski sudah ditahan sejak 30 Desember lalu, Cho Hyun-ah mengaku tidak bersalah atas semua tuntutan, termasuk menyakiti kepala staf pesawat, Park Chang-jin. Padahal Park mengaku diminta berlutut dan memohon maaf, kemudian dihantam Cho Hyun-ah dengan sebuah buku manual.

‘Insiden Kacang’ atau ‘Nut Rage’ ini menjadi pemberitaan dunia. Sebagian pihak di Korsel menyebut Cho telah mempermalukan nama bangsa di mata dunia internasional.

Citra keluarga Cho Hyun-ah kembali tercoreng setelah salah satu adiknya, yang juga pegawai Korea Air, mengirim pesan pada sang kakak bahwa dirinya akan membalas dendam atas semua perlakuan ini. Adik Cho Hyun-ah meminta maaf tak lama setelahnya.

Ayah Cho, pemimpin utama Korea Air mengaku sangat malu atas kelakuan anaknya. Kementerian Transportasi Korsel berencana menghukum Korean Air lewat larangan sejumlah rute atau denda USD2 juta.

Kementerian Transportasi juga akan menghukum delapan petinggi Korean Air yang mengaku sudah memberikan keterangan palsu untuk membantu Cho dan perusahaan.(wil/ril)