Gerindra Persilakan Presiden Jokowi Naik ‘Burung Garuda’

FX Arief Poyuono
FX Arief Poyuono
FX Arief Poyuono

POJOKSATU- Presiden Joko Widodo dipersilakan untuk menentukan posisinya apakah tetap berada dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang minimalis di parlemen atau bergeser pada Koalisi Merah Putih (KMP) yang dimotori oleh Partai Gerindra.

Demikian disampaikan Ketua DPP Partai Gerindra  FX Arief Poyuono dalam bedah buku ‘Berpolitik Tanpa Partai’ karya Kristin Samah dan Fransisca Ria Susanti di Balai Sarwono, Jakarta, Kamis (12/2) .

Juga tampil sebagai pembicara dalam diskusi yang dimoderatori aktivis 98 Hendri Satrio itu Pemimpin Redaksi The Jakarta Post, Medyatama Suryodiningrat dan Ketua Umum DPP Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi.

Kita ini melakukan oposisi cerdas, seperti sikap Prabowo (Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra). Tapi kalau Jokowi nggak kerasan di Kepala Banteng (PDI Perjuangan), monggo naik Garuda (Partai Gerindra), Gerindra terbuka dengan KMP,” katanya.


Menurut Arief, jika Presiden Jokowi bergeser pada dukungan KMP yang berintikan Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, PKS, PPP dan PBB, dukungannya di parlemen menjadi lebih maksimal. Programnya bisa jalan dibanding kaum minimalis,” imbuhnya.

Apalagi, kata Arif, Jokowi sebenarnya sudah dibranding sejak menjadi Walikota Solo untuk menjadi wakil Prabowo Subianto.

Waktu itu saya ditanya, kalau yang lain berat, coba walikota Solo. Tapi, dia (Jokowi) harus dijadikan gubernur dulu. Makanya, ketika dulu Jokowi ditolak, Prabowo kemudian bicara agar diterima,” bebernya. (zul)