Emosional, Kuasa Hukum BG Ditertawakan di Pengadilan

Tim pengacara Komisaris Jenderal Budi Gunawan saat membacakan permohonan dalam sidang perdana praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/2/2015) Foto: Anhar Rizki Affandi
Tim pengacara Komisaris Jenderal Budi Gunawan saat membacakan permohonan dalam sidang perdana praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/2/2015) Foto: Anhar Rizki Affandi
Tim pengacara Komisaris Jenderal Budi Gunawan saat membacakan permohonan dalam sidang perdana praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/2/2015) Foto: Anhar Rizki Affandi

POJOKSATU – Salah seorang dari tim kuasa hukum Budi Gunawan, Frederich Yunadi ditertawakan di depan persidaangan lantaran emosi dan membentak saksi ahli.

Kejadian tersebut berlangsung pada persidangan praperadilan Komjen Budi Gunawan (BG), Jumat siang (13/02) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Frederich ditertawakan lantaran membentak Zainal Arifin Mochtar, saksi ahli yang diajukan KPK.

Kejadian itu bermula ketika Frederich merasa tak puas dengan jawaban dari Zainal mengenai perbedaan azas dari kalimat ‘kolektif’ dan ‘bersama-sama’ dalam konteks UU No 30/2003 tentang KPK.


“Memang, dalam Pasal 21 UU KPK pun yang dimaksud kolektif adalah bersama-sama. Sementara, kalau kolegial itu adalah musyawarah,” kata Akademisi Universitas Gadjah Mada tersebut dalam kesaksiannya.

Entah kenapa, merasa jawaban Zainal tak sesuai keinginannya, Frederich pun terlihat mulai naik pitam. Itu terjadi ketika Zainal hendak memberikan contoh UU serupa milik Komisi Yudisial (KY). Dalam undang-undang itu disebutkan mengenai hal sama dengan pemahaman dari UU yang disebutkan sebelumnya. Namun, belum sampai Zainal meneruskan contohnya yang dimaksud, Frederich langsung memotong dengan nada membentak.

“Saya tidak minta ahli mencontohkan UU KY. Saya konteks kan pertanyaan saya ini dengan UU KPK. Lalu kenapa harus menjelaskan sesuatu hal yang berbeda?” kata Frederich sambil membentak.

Sontak pernyataan itu pun mendapat reaksi kurang kurang enak dari pengunjung sidang. Mereka langsung tertawa. Suasana ruang sidang sempat berubah riuh dengan tertawaan bagi pengacara tersebut. Di barisannya, beberapa kuasa hukum KPK pun senyum-senyum melihat kondisi seperti itu.

Smentara Hakim yang memimpin jalannya persidangan, Sarpin Rizaldi, langsung menegur Fredrich agar ia tak memotong pernyataan saksi dengan cara seperti itu. “Mestinya anda tahu kalau dia sedang memberi contoh, memberi masukkan terhadap kasus yang diperdebatkan,” katanya. Beberapa saat kemudian, sidang diskorsing karena menjelang sholat Jumat. (ril)