Seekor Kuda Gagalkan Penyelundupan 476 Kg Ganja

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU – Gara-gara seekor kuda, seorang mahasiswa asal Medan dan rekannya gagal menyelundupkan 476 kilogram ganja ke Medan.

Mobil Inova BK 805 NE yang digunakan kedua tersangka untuk mengangkut ratusan kilogram ganja, menyeruduk kuda saat hendak melarikan diri dari kejaran petugas Satuan Narkoba Polres Gayo Lues, Rabu (11/2).

Dua bandit narkoba benama Bedu (40) warga Desa Polanas Kutacane dan Koko Ustriwanto Sinaga (25) mengaku mahasiswa asal Medan. Keduanya dibekuk bersembunyi di persawahan setelah mobil mereka tak bisa dikendarai lagi karena menabrak kuda.

Kapolres Gayo Lues AKBP Bhakti E. Nurmasyah SIP. M.Si dalam keterangannya kepada Rakyat Aceh (Grup Pojoksatu.id) menyebutkan, penangkapan dua tersangka terjadi sekira pukul 06.00 WIB. Ini berawal Sat Narkoba menerima info masyarakat adanya satu unit Inova dicurigai bermuatan ganja meluncur dari Desa Palok di jalan Kutacane- Medan menuju ke Arah Rikit Gaib.


Sekira pukul 05.00 WIB  langsung anggota Sat Narkoba dipimpin langsung Iptu Agam Suprapto sebagai kepala satuan, meluncur melakukan penyanggongan di daerah Kala Pinang.

Pada pukul 06.00 WIB muncul Inova dari arah kota Blangkejeren. Mobil warna Silver itu langsung distop dan dilakukan penggeledahan. Saat itulah mobil berusaha kabur tancap gas, menerobos blokade. Tim pun melakukan pengejaran namun sempat tertiggal sekitar 1 kilometer.

Tetapi sampai di desa Tungel Baru, tim mendapati mobil ditinggalkan pemiliknya. Saat itu kondisi mobil penyot depan dan satu ekor kuda sedang tergelepar di depannya, diduga kuat ditabrak mobil.

Tim kemudian turun mencari dua bandit dengan menyisir sekitar lokasi yang meruapakan daerah persawahan. Petugas kemudian disebar menyisir sawah dan akhirnya menemukan tersangka dengan kondisi badan sudah dibenamkan separuh di lumpur sawah. Keduanya langsung dibekuk polisi dan digelandang ke Mapolres Gayo Lues.

Kapolres Gayo Lues AKBP Bhakti E. Nurmasyah, menyebutkan untuk memutus jaringan narkoba pihaknya sudah melakukan berbagai upaya. Diantaranya menempatkan anggota pada jalur strategis dan daerah-daerah rawan sebagai perdagangan ganja. (yud/sam/jpnn/dep)