Minta Anggaran Banjir Rp118 Triliun, Dinas Tata Air DKI Dicemooh

BERSENANG-SENANG: Sejumlah anak bermain air di kawasan Jalan S Parman, Jakarta, yang terendam banjir (10/2). (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos/Pojoksatu.id)
BERSENANG-SENANG: Sejumlah anak bermain air di kawasan Jalan S Parman, Jakarta, yang terendam banjir (10/2). (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos/Pojoksatu.id)
BERSENANG-SENANG: Sejumlah anak bermain air di kawasan Jalan S Parman, Jakarta, yang terendam banjir (10/2). (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos/Pojoksatu.id)

POJOKSATU – Koordinator Centre for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mencemooh pernyataan Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta, yang meminta anggaran Rp118 triliun untuk penanganan banjir di seluruh wilayah DKI.

Pasalnya Uchok berpendapat, bahwa jumlah anggaran yang sangat besar tersebut nantinya hanya akan menjadi ‘permainan’ bagi oknum-oknum nakal PNS DKI Jakarta, yang bertujuan untuk menggerus anggaran APBD.

“Ini orang hanya gede bicara doang, tapi kerjanya minim sekali. Padahal banyak proyek yang tidak dikerjakan. Jadi PNS makan gaji doang,” kata Uchok kepada RMOLJakarta (Grup Pojoksatu.id), Rabu (11/2).

Uchok pun menilai bahwa anggaran Dinas Tata Air sebelumnya yang berjumlah Rp5 triliun untuk mengantisipasi banjir, sebenarnya sudah terlampau banyak, namun tidak dikerjakan.


“Apalagi jika ditambah. Tuh lihat anggaran Rp5 triliun tahun 2014, nggak ada yang direalisasikan dilapangan. Terus minta Rp118 triliun, tambah nggak bisa diserap anggaran itu. Anggaran pasti habis mereka serap semua untuk pribadi ya,” imbuh Uchok.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta, Agus Priyono mengatakan penanganan banjir tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat meskipun mendapat dukungan dana dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

“Untuk menangani seluruh banjir di DKI Jakarta dari aliran barat, timur dan tengah butuh dana Rp118 triliun. Sebenarnya ini bukan soal anggaran, tapi pelaksanaan di lapangan yang tidak mungkin dilaksanakan dalam waktu singkat,” ujar Agus di Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (11/2).

Agus menjelaskan bahwa penanganan banjir Jakarta membutuhkan banyak aspek. Diantaranya, menertibkan pengungsi yang tinggal disepanjang bantaran kali dan menyediakan rumah susun untuk warga yang dipindahkan dari bantaran kali.

Dengan anggaran sebesar Rp5 triliun dari Pemprov DKI untuk Dinas Tata Air, Agus mengatakan bahwa pihaknya hanya mampu menangani banjir di beberapa tempat di Jakarta saja. (Prasetyo/sim/jkt/man/dep)