Kuasa Hukum BG Ragukan Saksi KPK

Saksi dari KPK, Iguh Sipurba.
Saksi dari KPK, Iguh Sipurba.
Iguh Sipurba.

POJOKSATU – Kuasa hukum Komjen Budi Gunawan meragukan saksi yang diajukan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka mempertanyakan latar belakang saksi Iguh Sipurba, yang merupakan penyelidik aktif di KPK.

Kepada Iguh Sipurba, kuasa hukum Budi Gunawan mempertanyakan apakah apakah ia pernah bertugas di kepolisian RI atau tidak. Padahal mengacu pada Pasal 4 KUHAP, penyelidik adalah setiap pejabat polisi negara RI.

“Apakah saksi pernah (bertugas) di Kepolisian RI?” kata kuasa hukum Budi Gunawan, Maqdir Ismail. Dan Iguh menjawab tidak pernah.

Belum puas dengan pernyataan tersebut, pertanyan Maqdir kembali meluncur; “Pernah ikut pendidikan hukum secara formal?” Iguh sekali lagi menjawab tidak pernah di hadapan hakim.


Pihak kuasa hukum Budi Gunawan juga mempertanyakan proses penyelidikan yang dilakukan Iguh dalam menangani perkara calon Kapolri tersebut.
Iguh mengaku penyelidikan sudah sesuai prosedur yang ada di lembaga antirasuah tersebut.

“Surat itu diterbitkan setelah menerima hasil dan telaah dari pengaduan masyarakat. Dari telaah itu sampai ke pimpinan KPK, sehingga pimpinan KPK menerbitkan surat perintah penyelidikan,” ujar Iguh.

Iguh menjadi satu-satunya saksi dalam persidangan praperadilan hari keempat ini. “Hari ini kami menghadirkan satu saksi. Sisanya besok kami hadirkan,” ujar kuasa hukum KPK Katarina Maria Girsang kepada Hakim Sarpin di awal persidangan.

Sidang yang dimulai pukul 09.53 WIB tadi berakhir cepat karena hanya memeriksa satu saksi. Berbeda dengan rencana awal, KPK berniat untuk menghadirkan tiga saksi fakta dalam persidangan gugatan praperadilan Budi Gunawan.

“Yang kami buktikan proses penetapan, bukan kekuatan pembuktian bukti-buktinya. Jadi proses mekanisme,” ujar Katarina usai persidangan.

Sidang ditutup oleh Hakim Sarpin Rizaldi sekitar pukul 11.20 WIB. Sidang dilanjutkan Jumat besok (13/02) dengan agenda pengajuan saksi dan bukti dari pihak KPK.(agk/ril)