Komnas HAM Jejaki File Lama Calon Kapolri

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Hafid Abbas
Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Hafid Abbas
Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Hafid Abbas

POJOKSATU – Terkait pengusulan sejumlah nama baru yang diusulkan Komisi Kepolisi Nasional (Kompolnas), Komnas HAM akan membuka data lama. Hal ini dilakukan untuk menelusuri jejak calon Kapolri saat dia masih menjabat kepala sektor, resor, dan daerah. “Kami bisa ‘ubek-ubek’ data lama mencari catatan kandidat,” kata Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Hafid Abbas, pada Kamis, (12/02).

Hafid mengaku, karena kemampuannya menelusuri rekam jejak itulah Komnas HAM selalu dilibatkan dalam seleksi Kapolri pasca Orde Baru. Hafid menginginkan tradisi itu dilanjutkan dalam proses seleksi calon Kapolri sekarang. “Saat menyorongkan nama Budi Gunawan, Komnas HAM tak dilibatkan,” kata Hafid.
“Saat ada gejolak politik, yakni pertarungan Kepolisian dan komisi antirasuah, Komnas HAM baru dimintai pertolongan,” tambahnya.

Pada Selasa lalu, Kompolnas mendatangai Istana Negara. Komisioner Kompolnas M. Nasser, mengatakan lembaganya membawa enam nama calon Kepala Polri untuk menemui Presiden Jokowi.

Dua dari enam nama Komisaris Jenderal Polisi tersebut merupakan calon Kapolri yang namanya muncul belakangan, yakni Komjen Suhardi Alius dan Komjen Anang Iskandar. Keempat calon Kapolri lainnya adalah Komjen Budi Waseso, Komjen Dwi Prayitno, Komjen Putut Bayu Seno, dan Komjen Badrodin Haiti.


Seperti diketahui, usulan kembali 6 nama tersebut lantaran Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan calon tunggal Kapolri Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka. Ketua KPK Abraham Samad mengatakan Budi ditetapkan sebagai tersangka kasus transaksi mencurigakan. (ril)