Dana Hibah Bekasi Belum Laporan Sejumlah Rp 47 Miliar

Rahmat Effendi
Rahmat Effendi

POJOKSATU – Beberapa penerima angaran hibah dan bantuan sosial APBD Kota Bekasi tahun 2013 belum menyerahkan laporan pertanggungjawaban (LPJ). Berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) total anggaran yang belum dilaporkan mencapai Rp 47.396.632.568.

Adapun catatan dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bekasi, penerima hibah di tahun 2011 dari 1.743 penerima hibah yang belum memberikan laporan sebanyak 525 penerima.

Di tahun 2012 dari 3.749 penerima yang belum memberikan laporan sebanyak 275 penerima, dan di tahun 2013 dari 1.721 penerima yang belum memberikan laporan sebanyak 121 penerima.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKPAD) Kota Bekasi, Yayan Yuliana membenarkan adanya catatan dari BPK pada tahun 2014 lalu.


Hal itu, kata dia, diakibatkan lantaran masih banyaknya penerima dana hibah tidak membuat pertanggungjawaban.

“Kami sudah surati semua mereka yang belum memberikan laporan, untuk segera dirampungkan laporannya,” ujarnya kepada Gobekasi (Grup pojoksatu.id), Kamsi (12/2).

Dijelaskan Yayan, laporan hibah yang seharusnya sudah diterima pemerintah daerah dari pemakai hibah. Namun sampai sekarang masih ada sebagian yang belum memberikan laporan.

Padahal, tanggal 10 Januari setiap tahun anggaran itu merupakan batas waktu pembuatan laporan penggunaan dana hibah. “Tetapi sejak 2011 sampai sekarang masih ada sebagian belum memberikan laporan,” katanya

Yayan mengakui, hingga kini belum ada pemberian sangsi atas mereka (organisasi) yang belum memberikan laporan. Namun kedepan, lanjut dia, akan ada seleksi dalam pemberian dana hibah kepada seluruh organisasi masyarakat, maupun organisasi lainnya.

“Kami harus lebih selektif dalam memberikan dana hibah mulai sekarang,” tuturnya (sar)