Cewek-Cewek Seksi Dukung BG, Ibu-Ibu Dukung KPK

Perempuan seksi demo di KPK. Foto G. Fauzi/CNN Indonesia
Perempuan seksi demo di KPK. Foto G. Fauzi/CNN Indonesia
Perempuan seksi demo di KPK. Foto G. Fauzi/CNN Indonesia

POJOKSATU – Konflik antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri tak kunjung reda. Aksi demonstrasi pun marak di sejumlah tempat, terutama di gedung KPK dan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dimana proses sidang praperadilan Komjen Budi Gunawan (BG) dilaksanakan.

Para demonstran itu sama-sama mendukung dua institusi penegak hukum tersebut. Sebagian besar sekelompok demonstran  mendukung KPK, tetapi tak sedikit pula yang mendukung Polri dan Budi Gunawan.

Kelompok pendukung BG didominasi cewek-cewek cantik dan seksi. Kelompok ini selalu meramaikan sidang praperadilan BG di PN Jakarta Selatan. Puluhan gadis berparas cantik itu mondar-mandir di halaman PN.

Mereka mengenakan ikat kepala bertuliskan “Save Polri” dan membawa poster, yang menyerukan penyelamatan institusi Polri dari tindak kriminalisasi.


Aksi perempuan cantik ini dijaga oleh sejumlah polisi wanita (polwan). “‎Kita di ring tiga. Biasanya (polwan) ampuh meredam massa agar tidak rusuh,” kata Kasat Binmas Polres Jaksel AKBP Dri Hastuti di PN Jakarta Selatan.

Sementara dukungan untuk KPK datang dari ibu-ibu di Yogyakarta. Ibu-ibu yang tergabung dalam aksi Gebrakan Perempuan Indonesia Antikorupsi itu berdemonstrasi di depan Gedung Agung Yogyakarta. Mereka mengkritik sikap Jokowi yang tekesan lamban menangani persoalan korupsi di tanah air. Orang nomor satu di Indonesia tersebut juga dianggap tidak tegas dalam mengatasi persetuaran dua lembaga penegak hukum, KPK dan Polri.

Mereka mendesak Jokowi segera bertindak menyelesaikan segala bentuk pelemahan terhadap KPK. “Kami perempuan setiap hari berhadapan dengan korupsi, di sekolah, di pasar, rumah sakit, dan kantor pelayanan publik. Korupsi telah menjadi virus di negeri ini,” ujar Koordinator Aksi, W Zaqiah, Rabu (11/2/2015.

Dikatakan Zaqiah, pelemahan-pelemahan terhadap KPK memaksa kaum perempuan tidak tinggal diam. Sebab, selama ini lembaga itu merupakan hal penting dari perlawanan terhadap korupsi. Mereka merasa tertapnggil dan tidak akan tinggal diam ketika institusi penegak hukum dilumpuhkan dalam melakukan pemberantasan korupsi.

“Kami percayakan mandat ini kepadamu (Jokowi). Kewajibanmulah untuk menjalankan dan memenuhinya. Berantas korupsi,” teriak Zaqia dalam orasinya.

Terpisah, Presiden Jokowi mengakui menghadapi setumpuk persoalan politik, hukum, dan juga APBN. “Nah, itulah yang sekarang saya harus urai satu per satu,” ujar Jokowi saat memberikan sambutan dalam penutupan Kongres Umat Islam Indonesia ke-6 di Yogyakarta. (one)