Asik Istirahat, Kepala Wanita Ini Tersedot Robot Vacuum

Regu penolong berusaha menyelamatkan wanita dari alat pengisap debu. (U-Report)
Regu penolong berusaha menyelamatkan wanita dari alat pengisap debu. (U-Report)
Regu penolong berusaha menyelamatkan wanita dari alat pengisap debu. (U-Report)

POJOKSATU – Seyogyanya vacuum cleaner atau alat hisap debu digunakan untuk membersihkan debu atau kotoran di rumah Anda. Namun yang terjadi di Korea Selatan, seorang ibu rumah tangga harus mendapatkan penanganan dari tim medis akibat kepalanya terhisap sebuah robot vacuum cleaner.

Seperti dilansir Viva.co.id dari laman Korean Biz Wire, seorang wanita berumur lima puluhan yang identitasnya dirahasiakan, telah meminta pertolongan kepada layanan unit darurat karena rambutnya tersedot ke dalam robot vacuum cleaner di rumahnya di kota Changwon, Korea Selatan.

Pada hari naas itu, dia menyalakan robot vacuum dan meletakkannya di lantai seperti hari biasanya. Seolah tidak sadar atau ceroboh, ia kemudian pergi beristirahat di lantai, tidak jauh dari alat pengisap debu yang sedang bekerja membersihkan lantai ruangan.

Saat tengah asyik beristirahat itulah, tiba-tiba saja robot vacuum datang menuju ke arah dirinya dan menyedot rambutnya dengan sangat kuat. Alat penyedot debu tersebut kemudian berhenti berjalan sekitar 1 sampai 2 menit setelah menyedot paksa hampir seluruh rambutnya hingga ia tidak mampu menggerakkan kepala dan lehernya.


Melihat kondisi tidak bisa melepaskan diri, maka wanita yang berumur sekitar 50 tahun lebih itu mengambil handphone yang berada di dekatnya dan menelpon 119, nomor telepon dari pusat pelayanan darurat Korea Selatan. Untungnya, regu penolong dan tim paramedis dengan cepat tiba di tempat kejadian dan berhasil melepaskan rambutnya dari nozzle vacuum.

Menurut the Changwon Fire Service Headquarters, robot vacuum cleaner tersebut sebenarnya memiliki masalah yaitu nozzle dengan rol yang terletak di bagian dalam, hal ini karena alat rumah tangga tersebut memang didesain agar mampu menyapu seluruh kotoran lantai.

Mereka juga menduga bahwa sensor vacuum yang telah terprogram itu mengidentifikasi rambut wanita itu layaknya seperti debu atau kotoran. Ini jelas berbahaya karena sebenarnya sensor alat pengisap debu tersebut tidak mampu membedakan mana rambut dan mana kotoran yang harus dibersihkan.

Secara signifikan, Korean Biz Wire mencatat bahwa, kemungkinan jenis insiden seperti ini banyak terjadi di negara-negara dengan budaya beristirahat di lantai. Karena negara seperti Korea suka beristirahat atau bersantai di lantai yang bersih, maka meningkatkan kewaspadaan saat menyalakan robot vacuum akan menjadi ide yang baik.

Wanita tersebut beruntung lolos tanpa cedera yang serius, namun alat penyedot debu yang sebelumnya selalu setia menemani aktivitas hariannya tersebut, tidak diketahui nasibnya.(viva/lya)