Aksi Kocak Makan Tahu SBY dan Mahasiswa Heboh di Sosmed

Herjuna Ardi (kanan) dan dua idolanya, menikmati kuliner Kupat Tahu di Tahu Pojok, Magelang. Foto: facebook
Herjuna Ardi (kanan) dan dua idolanya, menikmati kuliner Kupat Tahu di Tahu Pojok, Magelang. Foto: facebook
Herjuna Ardi (kanan) dan dua idolanya, menikmati kuliner Kupat Tahu di Tahu Pojok, Magelang. Foto: facebook

POJOKSATU – Mantan presiden Republik Indonesia yang ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono ternyata masih punya banyak penggemar diberbagai daerah di Indonesia. Salah satunya adalah Herjuna Ardi, followers instagram @aniyudhoyono. Berawal dari situs berbagi foto itu, Herjuna pun berjumpa dengan dua idolanya.

Awal cerita bermula dari komentar Herjuna di akun instagram Bu Ani, 11 November 2014. “Bu Ani Kalo ke Magelang saya akan traktir Pak SBY dan Ibu sekeluarga makan di Tahu Pojok,” tulis Herjuna, seperti diramu dari akun resmi Facebook Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (12/2).

Ternyata Ani merespon pesan Herjuna. “Saya sangat kaget. Saya kira tidak akan dibalas, ternyata dibalas oleh Ibu Ani,” imbuhnya.

Selasa (10/2) kemarin, Herjuna sepulang dari kampusnya di Universitas Muhammadiyah Magelang, mendapat kabar mengejutkan. Dia melihat baliho ucapan selamat datang untuk SBY di Magelang.


“Saya langsung terpikir dan ingat akan janji saya kepada Ibu Ani. Sampai di rumah saya langsung berkomentar di salah satu foto Bu Ani, Bu saya dengar besok Ibu dan Bapak akan ke Magelang, kalo berkenan saya mau melunasi janji saya mentraktir di tempat yang dulu saya katakan, kalo berkenan silahkan staf ibu menghubungi email saya, saya juga sertakan alamat email saya,” tutur Herjuna, yang disebut-sebut juga nyambi menjadi penyiar radio daerah.

Sore harinya, saat Herjuna mengecek email, lagi-lagi hatinya dibuat riang gembira. Ada email dari (staf) Ibu Ani. “Email ini dari staf Ibu Ani dan ingin memenuhi keinginan Juna untuk mentraktir Ibu Ani, dan saya dimintai nomer telepon. Saya kaget tapi sedikit ragu. Saya sempat berpikir apakah ini hanya mengerjain saya. Lalu beliau membalas lagi, terima kasih besok akan segera di hubungi.

Herjuna kaget dan deg-degan. “Campur aduk pikiran saya,” akunya.

Keesokan hari, Herjuna mendapat telepon, yang mungkin menjadi telepon terindah di dalam hidupnya. “Sekitar 08.30, saya dapat telepon lagi dari Staf Pak SBY, saya disuruh datang jam 14.00 memakai baju rapi tapi santai (batik). Semakin dingin tangan saya. Saya bingung nanti, mau bicara apa sama Pak SBY dan Bu Ani,” ujarnya.

Sekitar pukul 09.00, Herjuna tancap gas bersama kakaknya mencari kenang-kenangan. Awalnya saya pengen memberikan buku, tapi bingung buku apa. Lalu, di pusat perbelanjaan ada toko batik, saya masuk di situ saya teringat kalo foto-foto Ibu Ani di Instagram sering pakai selendang/syal yang di lilit ke leher (kurang tau namanya),” cerita Herjuna.

Singkat cerita, Siang Bersejarah itu pun terjadi. Rombongan SBY dan Bu Ani tiba di Tahu Pojok. “Wuiihhh sepertinya acara ini khusus untuk saya,” tandasnya.

Herjuna juga mendapat cerita, jika Ani sudah cerita banyak orang kalau dia akan ditraktir followers IG. Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga.

“Mas Herjuna silakan,” kata salah seorang staf SBY dan Ani. “Akhirnya saya bertemu Pak SBY, Ibu Ani dan Ibu Ani bilang, “Ini nih yang mau traktir saya,” Semua yang duduk disitu berkata, “Ooooo ini yang mau traktirrr… .” Ibu Ani bilang, ” Herjuno traktir Ibu Ani, Herjuno ditraktir Pak SBY okeyy..” sedikit berpikir saya mentraktir dan ditraktir oleh orang hebat,” kisah Herjuna.

Suasana canda berikut obrolan ringan menemani makan sore kupat tahu di Tahu Pojok Magelang. “Pak SBY sempat tanya sekolah, kuliah dimana, dan lain-lain. Sempat juga mendoakan, “Besok semoga jadi Menteri Informatika,” saya tertawa lega dan mengamini doa Pak SBY.

Setelah mentraktir dan ditraktir para idolanya, Herjuna jadi omongan termasuk di Instagram. “Hari ini 12 Februari 2015, follower IG saya melonjakk.. retweet sampai ribuan, di FB pada ngucapin selamat.. komplit dehh…. Banyak yang bilang beruntunggg bisa mentraktir dan di traktir keluarga Pak SBY,” tutup Herjuna. (adk/jpnn/zul)