Adu Saksi di Praperadilan: BG 4, KPK 3

TUNGGU HAKIM: Suasana ruang sidang PN Jaksel saat sidang praperadilan yang diajukan Budi Gunawan terhadap KPK, pekan lalu (2/2). (Ricardo/JPNN)
TUNGGU HAKIM: Suasana ruang sidang PN Jaksel saat sidang praperadilan yang diajukan Budi Gunawan terhadap KPK, pekan lalu (2/2). (Ricardo/JPNN)
TUNGGU HAKIM: Suasana ruang sidang PN Jaksel saat sidang praperadilan yang diajukan Budi Gunawan terhadap KPK, pekan lalu (2/2). (Ricardo/JPNN)

POJOKSATU – Tak terasa, sidang praperadilan gugatan penetapan tersangka yang diajukan Komisaris Jenderal Budi Gunawan melawan Komisi Pemberantasan Korupsi sudah memasuki hari ke-4. Hari ini, sidang mengagendakan pemeriksaan saksi fakta yang diajukan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Kuasa hukum Budi Gunawan, Maqdir Ismail, mengaku tidak ada persiapan apapun dalam menghadapi proses sidang, yang bisa mematahkan dalil-dalil gugatannya itu. “Kami akan ikuti saja prosesnya,” ujar Maqdir melalui pesan singkat, Kamis (12/01)

Kepala Biro Hukum KPK, Chatarina Muliana Girsang, mengatakan pihaknya akan menghadirkan tiga saksi fakta. Sayangnya, Chatarina masih enggan membocorkan nama-nama saksi.

Menurut Chatarina, saksi-saksi itu yang berkaitan langsung dengan penetapan Budi sebagai tersangka. Chatarina juga menyiapkan bukti berupa dokumen, yang akan menguatkan keabsahan penetapan tersangka calon Kapolri tunggal pilihan Presiden Joko Widodo itu.


Pihak Budi Gunawan menggugat penetapannya sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi oleh KPK dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Budi Gunawan mensinyalir penetapannya sebagai tersangka tidak memiliki bukti yang kuat serta bernuansa politis.

Seperti diketahui, sidang dimulai Senin, 9 Februari lalu dengan agenda pembacaan dalil gugatan dari pemohon dan tanggapan dari termohon, yaitu KPK. Pada sidang Selasa dan Rabu, hakim tunggal Sarpin Rizaldi memberi kesempatan kubu pemohon menghadirkan saksi fakta dan ahli.

Pihak Budi mengajukan empat saksi fakta dan empat saksi ahli. Adapun pada Kamis dan Jumat, giliran pihak KPK menghadirkan saksi fakta dan ahli.(ita/ril)