23 Jenazah Korban AirAsia Sulit Diidentifikasi

air asia
AirAsia
Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

POJOKSATU – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Kombes Pol Awi Setiyono, mengatakan masih ada 23 jenazahkorban AirAsia QZ 8501 yang belum bisa diidentifikasi.

23 Jenazah tersebut disimpan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim. Tim Disaster Victim Identification (DVI) sulit mengetahui identitas korban karena sebagian besar kondisinya tidak utuh lagi.

“Tim masih mengumpulkan data tambahan ante mortem dan pemeriksaan post mortem. Karena, rata-rata kondisi jasad tidak bagus,” kata¬†Awi di Markas Polda Jatim, Surabaya, Kamis (12/02).

Cara terakhir untuk memastikan identitas korban pihaknya mengandalkan data komponen kimia utama kromosom yang merupakan bahan yang menghasilkan gen atau Deoxyribonucleic Acid (DNA). DNA korban akan dicocokkan dengan DNA keluarga intinya.


Hasil uji DNA tersebut, menurut dia, bergantung dari tes yang dilakukan Tim DVI Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) di Jakarta.

“Kami berharap, dari data DNA akan segera ditemukan hasil maksimal, sehingga tinggal menyamakan dengan data korban sebelum wafat (ante mortem) dari pihak keluarga korban,” tambahnya.

Kata Awi, kemungkinan besok pihaknya sudah bisa mengetahui data DNA dari Mabes Polri.

Untuk diketahui, sejak kecelakaan AirAsia QZ 8501 pada 29 Desember 2014 sebanyak 78 penumpang dari 101 jenazah telah teridentifikasi, sementara 23 jenazah masih dalam proses identifikasi di RS Bhayangkara, Surabaya.

Pesawat tersebut membawa 162 orang, terdiri atas 155 penumpang, yakni 138 dewasa, 16 anak-anak dan seorang bayi. Selain itu, ada seorang pilot, seorang pilot pembantu dan lima awak kabin.(ril)