Tak Sadar Tidur Semalam dengan Mayat Perempuan

ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU – Polisi membekuk tersangka pembunuhan tiga wanita, Dadang Suganda (67). Juragan bakso asal Garut, Jawa Barat itu diduga membunuh Neni (40), Rosa (40, dan Acih (50). Ketiga korban tersebut adalah selingkuhan Dadang.

Kepada polisi, Dadang menceritakan bagaimana dirinya menghabisi ketiga korban. Dadang mengaku membunuh ketiga wanita tersebut karena dendam dan sakit hati. Perempuan pertama yang Ia habisi adalah Rosa (40) warga Garut. Pelaku mengaku menjalin cinta terlarang dengan Rosa selama beberapa bulan. Rosa sendiri berjualan di dekat salah satu cabang depot baksonya, sehingga komunikasinya lancar.

Sementara Neni ia habisi di Cianjur. Saat itu, Dadang membawa Neni yang berstatus istri orang lain jalan-jalan ke objek wisata alam Kebun Raya Cibodas, Cipanas, Jawa Barat. Ketika pulang dari Kebun Raya Cibodas, Neni mengeluh kelelahan dan meminta beristirahat sejenak. Namun, permintaan Neni ditolak Dadang karena tidak mau kemalaman tiba di Garut. Apalagi, Dadang sendiri harus menyiapkan dan memasak bakso yang ia jual setiap harinya.

Keduanya pun terlibat cekcok hingga akhirnya berhenti di pinggir jalan. Neni tiba-tiba mengambil bambu dan memukulkan ke kepala Dadang. “Dia langsung mengambil bambu dan memukul kening saya hingga berdarah,” terang Dadang.


Dadang pun naik pitam. Dia kemudian menghujamkan gunting pemotong kuku ke tubuh Neni berkali-kali hingga meregang nyawa. Namun, Dadang tidak mengetahui jika saat itu Neni sudah tidak bernyawa. Ia menganggap selingkuhannya tersebut masih hidup dan hanya tertidur karena faktor kelelahan.

Dadang kemudian mengambil ranting dan dahan untuk digunakan sebagai alas tidur dan bermalam tepat di sebelah jenazah Neni. Esok paginya sekitar pukul 04:00, Dadang membangunkan Neni namun tubuhnya sudah kaku.

“Neni saat itu cuma tidur saja kok. Makanya saya juga tidur di sebelahnya. Saya baru tahu dia meninggal saat saya bangun,” imbuh Dadang yang memiliki tiga istri dan 6 selingkuhan itu.

Mengetahui korbannya sudah tidak bernyawa, Dadang mempreteli kalung, gelang, dua buah cincin emas, uang dan telepon selular korban yang selanjutnya ia jual dengan murah di Garut. “Sampai di rumah saya langsung buat bakso. Perhiasannya saya jual untuk modal jualan bakso,” aku Dadang.

Dadang ditangkap di Garut oleh Polres Garut awal Februari lalu. Mengingat TKP berada di Cianjur, maka Polres Garut berkoordinasi dengan Polres Cianjur untuk menyelidiki kasus tersebut.

Kapolsek Warungkondang, Cainjur, Kompol Samsa menjelaskan, pembunuhan berantai ini terbongkar setelah pihaknya berkoordinasi dengan Polres Kabupaten Garut. “Pelaku berhasil ditangkap awal Februari lalu. Setelah dilakukan penggeledahan di rumahnya, ditemukan sejumlah barang-barang para korban,” kata Samsa. (ruh/one)