Ngurus Banjir Belum Beres, PNS DKI Tak Pantas Dapat Gaji Besar

BERSENANG-SENANG: Sejumlah anak bermain air di kawasan Jalan S Parman, Jakarta, yang terendam banjir (10/2). (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos/Pojoksatu.id)
BERSENANG-SENANG: Sejumlah anak bermain air di kawasan Jalan S Parman, Jakarta, yang terendam banjir (10/2). (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos/Pojoksatu.id)
BERSENANG-SENANG: Sejumlah anak bermain air di kawasan Jalan S Parman, Jakarta, yang terendam banjir (10/2). (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos/Pojoksatu.id)

POJOKSATU – Warga Kayumanis, Jakarta Timur meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dibawah kepemimpinan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok membatalkan rencana kenaikan gaji PNS yang cukup fantastis.

Alasan warga sendiri bukan tanpa sebab. Pasalnya, mereka menilai PNS DKI belum layak mendapat gaji besar karena dianggap gagal mengurus banjir di Ibukota.

“Ngurus banjir aja belum beres malah sekarang mau naik gajinya, sungguh tidak pantas,” kata Idris (39), warga Kayumanis, Jakarta Timur, Rabu (11/2).

Hal senada juga dilontarkan oleh warga lainnya, Salim (46), menurutnya gaji PNS boleh naik asal bisa menyelesaikan masalah banjir. Apalagi, katanya, banjir ini disebabkan karena kurang beresnya Pemprov DKI mengurus drainase yang semestinya menjadi tanggung jawab utama.


“Sekarang aja pada sibuk membenahinya. Rasanya kenaikan gaji tak layak ditengah banyaknya warga yang mengungsi karena banjir,” ujar Salim. (andhika tirta saputra/sim/jkt/adm/rmol/dep)