Benci Islam, Tembak Mati 3 Mahasiswa Muslim

Deah Shaddy Barakat (kiri) bersama istrinya Yusor Mohammad (tengah) dan adiknya, adiknya Razan Mohammad Abu-Salha (kanan)
Deah Shaddy Barakat (kiri) bersama istrinya Yusor Mohammad  (tengah) dan adiknya, adiknya Razan Mohammad Abu-Salha (kanan)
Deah Shaddy Barakat (kiri) bersama istrinya Yusor Mohammad (tengah) dan adiknya Razan Mohammad Abu-Salha (kanan)

POJOKSATU – Seorang penganut Ateis, Hicks (46) menembak mati tiga mahasiswa muslim di dekat kampus UniversitasĀ  North Carolina, Selasa (10/2) atau Rabu (11/2) WIB. Ketiga mahasiswa itu masih satu keluarga, yakni Deah Shaddy Barakat (23), istrinya Yusor Mohammad (21), dan adiknya Razan Mohammad Abu-Salha (19).

Pelaku yang diketahui berasal dari Chapel Hill, menyerahkan diri sesaat setelah penembakan itu. Dia telah ditahan di County Durham jaill. Dia dijadwalkan menjalani persidangan di pengadilan pada Kamis (12/2).

Pada halaman Facebooknya, Hicks mengunggah sejumlah postingan anti-agama. Dia menggambarkan dirinya sebagai pendukung Atheis. Hicks memposting foto dari United Ateis Amerika pada tanggal 8 Februari, yang berjudul ‘mengapa orang Kristen radikal dan Islam radikal begitu bermusuhan satu sama lainĀ  ketika tidak sepaham dengan isu-isu ideologis’.

Daily Mail melansir pada Rabu (11/2) bahwa sebagian besar foto-foto yang telah diposting sejak beberapa bulan terakhir mengkritik sejumlah agama, termasuk Kristen.


Polisi mendapatkan laporan penembakan itu sekitar 05:10 waktu setempat. Ketika polisi tiba di lokasi kejadian, mereka menemukan tiga orang tewas. Mereka ditembak di bagian kepala.

Berdasarkan akun Facebook para korban, Barakat diketahui menikahi Yusor Mohammad bulan lalu. Dia tercatat sebagai mahasiswa kedokteran gigi di Universitas North Carolina.

Gambar terakhir pada halaman Facebook Barakat diposting pada tanggal 29 Januari. Barakat mengatakan sedang membantu menyediakan pasokan gigi gratis untuk 75 orang tunawisma di pusat kota Durham.

Pasangan itu telah mengorganisir sebuah acara penggalangan dana secara online untuk mendapatkan perawatan gigi bagi pengungsi dari Suriah. Mereka telah mengumpulkan dana sekitar 15.000 dollar atau sekitar Rp180 juta. Setelah berita kematian mereka, sumbangan itu bertambah menjadi 23.000 dollar atau sekitar Rp276 juta.

Barakat berencana melakukan perjalanan ke Turki di musim panas untuk mengobati anak-anak yang menjadi pengungsi akibat perang saudara. Bulan lalu, ia mengatakan di akun twitternya: “SangatĀ  sedih mendengar orang-orang mengatakan kita harus membunuh orang-orang Yahudi atau Membunuh Palestina. Seolah-olah itu akan menyelesaikan sebuah masalah”. (daily mail/one)