Banjir Tak Surut, Ahok Salahkan Jokowi

Basuki Tjahja Purnama alias Ahok

POJOKSATU – Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merasa sebagai Gubernur DKI Jakarta merasa bahwa ada beberapa pihak yang memanfaatkan momentum banjir kali ini untuk meraup keuntungan sekelompok orang.

Modusnya yakni dengan membuat ibu kota dan Istana Negara berstatus banjir siaga I. Dengan modus itu, beberapa pihak meminta Pemprov DKI mengeluarkan anggaran siaga darurat.

“Ini bukan darurat, tapi neken saya biar ngeluarin siaga darurat. Kamu (wartawan) tahu nggak artinya apa? Kalau saya keluarkan siaga darurat, berarti semua tim, semua dana uang cadangan boleh dikeluarkan,” terang Ahok di kantornya, Jakarta, Rabu (11/2).

Kalau sudah begitu, lanjut Ahok, tak menutup kemungkinan semua dana yang disetujui bisa saja diselewengkan. “Trus siapa yang mau tanggungjawab kalau terjadi faktor korupsi Rp 3-4 trilliun gitu? Saya nggak mau tanggungjawab,” imbuh pria berkacamata ini.


Kalaupun dana tersebut harus keluar, Ahok justru malah meminta pertanggungjawaban Presiden Joko Widodo. Pasalnya, Jokowi enggan menandatangani surat tersebut ketika masih menjabat sebagai Gubernur DKI. Karenanya, Ahok emoh bila harus dipaksa untuk mengeluarkan dana siaga darurat banjir.

“Kalau marahin, saya marahin saja pak presiden. Pak Jokowi tahun lalu juga saya paksa nggak mau keluarin tuh surat (dana untuk siaga darurat banjir). Mau nggak tahun lalu? Nggak mau. Makanya saya bilang, jangan-jangan istana kerendem kesannya mesti siaga darurat,” tegas Ahok. (chi/jpnn/zul)