Alokasikan Rp 5 T, Bikin Soetta Jadi Smile Airport

lebaran
DIBENAHI: Pemandangan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, yang dipadati penumpang saat musim mudik Lebaran.
DIBENAHI: Pemandangan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, yang dipadati penumpang saat musim mudik Lebaran.
DIBENAHI: Pemandangan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, yang dipadati penumpang saat musim mudik Lebaran.

POJOKSATU – Manajemen baru PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) yang baru dilantik tiga minggu bergerak cepat. Mereka mengalokasikan dana belanja modal sebesar Rp 5 triliun pada tahun ini. Sebagian besar dari anggaran tersebut digunakan untuk membiayai pengembangan bandara internasional Soekarno-Hatta.

Dirut Budi Karya Sumadi menjelaskan, sebenarnya ada 13 bandara di bawah AP II yang akan dibenahi. Baik pengembangan fisik maupun layanan kepada para pengguna. Tetapi, Bandara Soekarno Hatta mendapat prioritas karena dianggap bukan hanya sarana transportasi. ’’Tapi, gerbang ekonomi dan budaya Indonesia,’’ ujarnya.

Dia menuturkan, pengembangan di bandara internasional itu dilakukan secara menyeluruh. Yakni, terminal (T) 1, 2, dan 3. Tetapi, untuk tahun ini, yang menjadi fokus adalah penyelesaian pengembangan terminal 3. Setelah itu, pengembangan baru dilanjutkan pada dua terminal lainnya. ’’Terminal tiga diharapkan selesai akhir tahun. Pada Maret atau April 2016 sudah bisa beroperasi,’’ imbuhnya.

Pengembangan tersebut dilakukan secara bertahap supaya tidak mengganggu operasional bandara. Meski demikian, manajemen AP II sudah mulai ’’mencicil’’ perbaikan di terminal 1. Lantai-lantai yang sudah berumur 30 tahunan akan diganti dengan yang baru. Lantas, ada pengecatan dari cokelat menjadi putih. Tempat check in juga rencananya diperluas karena menjadi tempat publik. Jadi, nanti tidak ada X-ray.


Untuk terminal 1b, ruang keberangkatan dan kedatangan nanti ditutup kaca secara full. Pendingin udara juga dimaksimalkan untuk menambah kenyamanan penumpang. ’’Nilai investasi di T1 dan T2 mencapai Rp 2,7 triliun. Dananya berasal dari milik sendiri, obligasi, dan pinjaman,’’ katanya.

Direktur Pelayanan AP II Ituk Herarindri mengungkapkan, manajemen ingin menjadikan bandara-bandara itu sebagai smile airport. Jadi, penumpang datang dan pulang dengan senyum. Pada pengembangan nanti, dia memastikan bahwa unsur heritage tetap dipertahankan. ’’Tapi, itu nanti, sekarang upaya awal, yang basic service dulu,’’ ucapnya.

Selain yang disebutkan Budi Karya Sumadi, sudah ada upaya untuk membuat toilet agar menjadi lebih bersih. Penerangan di area bandara juga sudah ditambah. Markah jalan diperjelas untuk memudahkan alur kendaraan. Tidak ketinggalan, alur penumpang pun dibuat lebih efisien.

Direktur Komersial AP II Faik Fahmi menyatakan, perintah Menhub Ignasius Jonan untuk menghapus loket tiket juga masuk dalam program prioritas. Untuk tahap awal, kebijakan tersebut akan diterapkan di empat bandara pada 1 April. ’’Untuk menghapus praktik percaloan tiket,’’ terangnya.

Empat bandara yang dimaksud adalah Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang; Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru; Bandara Internasional Minangkabau, Padang; dan Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Selanjutnya, pada 1 Mei 2015 giliran loket tiket di tujuh bandara yang dihapus. Yakni, Bandara Iskandar Muda, Aceh; Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta; Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang; Bandara Deputi Amir, Pangkalpinang; Bandara Supadio, Pontianak; Bandara Sultan Thaha, Jambi; dan Bandara Silangit, Tapanuli Utara.

’’Kami ingin yang ke bandara benar-benar ingin memanfaatkan fasilitas,’’ jelasnya. Penumpang yang perlu terbang dadakan bukan berarti tidak bisa membeli tiket di bandara. Nanti ada bilik customer service yang bisa membantu pembelian tiket secara online. Dari komputer yang disediakan itu, penumpang lantas membayar tiket melalui ATM. (dim/c20/tia/dep)