Merasa Tak Dihargai, Korea Utara Protes Indonesia

North Korean leader Kim Jong Un guides the multiple-rocket launching drill of women's sub-units under KPA Unit 851
North Korean leader Kim Jong Un guides the multiple-rocket launching drill of women's sub-units under KPA Unit 851
North Korean leader Kim Jong Un guides the multiple-rocket launching drill of women's sub-units under KPA Unit 851
Pemimpin Korea Utara Kim jong Un bersama dua pengawalnya

POJOKSATU – Simposium yang diselenggarakan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Korea Selatan bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights (AICHR)-Indonesia, Selasa (10/2) 2015 mendapat tanggapan negatif dari Pemerintah Korea Utara (Korut).

Duta Besar Republik Demokratik Korea (Korea Utara) untuk Indonesia, Ri Jong Ryul, melayangkan nota diplomatik bernada protes kepada pemerintah Indonesia.

Menurut Ri Jong Ryul, Indonesia dan Korea Utara selama ini berhubungan sangat erat dan seharunya tidak membiarkan simposium itu.

“Tolong hentikan pertemuan-pertemuan semacam ini (simposium) untuk menentang negara kami. Kami menghormati harga diri dan kedaulatan negara-negara lain,” kata Ri Jong Ryul di kantornya, Selasa siang (10/2).


Ri Jong Ryul menambahkan, nota diplomatik bernada protes sekaligus kecaman terhadap penyelenggara simposium internasional tentang HAM Korut disampaikan ke Kementerian Luar Negeri, Biro Kepresidenan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, dan Interpol.

Sayangnya, hingga simposium digelar pada pukul 11 siang, tak satupun yang merespon nota diplomatik tersebut. Dengan nada kecewa, Ri Jong Ryul mengingatkan Indonesia, jika pertemuan-pertemuan semacam ini terus dibiarkan oleh pemerintah Indonesia, maka hubungan yang sudah berlangsung baik antar dua negara akan tercederai.

Simposium internasional digelar di Golden Ballroom A, Hotel Sultan, Jakarta pada Selasa siang hingga sore. Simposium menghadirkan sejumlah akademisi dan pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk situasi HAM Korut, Marzuki Darusman. Duta Besar Korea Selatan Cho Tai Young juga hadir di simposium ini. (one)