Kok Jabodetabek Terus Hujan? Ini Jawabannya

Kondisi banjir di jl.Buelevard barat depan MOI
Kondisi banjir di jl.Buelevard barat depan MOI
Kondisi banjir di jl.Buelevard barat depan MOI

POJOKSATU – Seperti tahun-tahun sebelumnya, Jakarta dan sekitarnya kembali diterjang banjir. Sejumlah titik tergenang akibat hujan yang turun mulai Senin kemarin hingga pagi ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan ini terjadi karena memang puncak musim hujan selalu terjadi pada Januari-Februari.

Kepala Bidang Cuaca Ekstrem BMKG, Kukuh Ribudianto, Selasa (10/02), kejadian hujan berturut-turut sepanjang hari itu diakibatkan cenderung adanya konvergensi angin di sekitar Pulau Jawa hingga Laut Jawa.

“Faktor kejadian kemarin dan tahun lalu adalah cenderung konvergensi (angin) di wilayah RI, yang bergeser sesuai kondisi di wilayah Selatan atau Timur,” jelas Kukuh.

Pertemuan angin itu kata dia melibatkan angin barat daya dan angin barat laut atau angin barat laut ke arah barat.


“Terjadinya pertemuan angin itu kan berarti uap air makin banyak, dan menimbulkan awan, hingga turun hujan,” imbuhnya.

Pertemuan angin juga berkontribusi membuat hujan berlangsung lama, sepanjang hari nyaris tiada henti. Konvergensi , kata dia, memperlambat pertemuan awan serta uap air. Dengan demikian, karena tidak begerak maka hujan akan turun di lokasi tersebut dalam waktu lama.

“Pertemuan (angin) kan ibarat pertemuan mobil dari beda arah, itu akan memperlambat diri. Uap air juga seperi itu, mengumpul di situ, jadikan awan yang banyak dan akhirnya hujan yang deras,” dia menjelaskan.

Selain pertemuan angin, kata dia, belokan angin juga berpola seperti pertemuan angin, yang melambatkan uap air dan awan. (zis/ril)