Cuplikan Tayangan TV Jadi Alat Bukti Budi Gunawan

Kepala BIN BUDI GUNAWAN
Kepala BIN BUDI GUNAWAN
KOMJEN BUDI GUNAWAN
Komjen Budi Gunawan

POJOKSATU – Selain keterangan Hasto Kristianto, kubu Komjen Budi Gunawan juga mengambil cuplikan tayangan TV swasta sebagai alat bukti yang dibeberkan dalam sidang praperadilan di PN Jakarta Selata, Selasa (10/2/2015).

Kuasa hukum Komjen Budi, Maqdir Ismail membawa bukti video untuk memperkuat argumentasinya. Hakim sidang praperadilan, Sarpin Rizaldy, mempersilakan Maqdir menayangkan video tersebut.

Video itu ternyata berisi tayangan dari sebuah stasiun televisi swasta, yang menampilkan momen saat pimpinan KPK menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka dalam kasus gratifikasi dan suap.

Namun, Maqdir gagal menayangkan video itu melalui proyektor. Pasalnya ada gangguan dari pengeras suara mengakibatkan suara dari video itu tidak terdengar. Tim kuasa hukum Komjen Budi kemudian meminta penayangan video tersebut ditunda.
“Maaf yang mulia, kami minta ditunda,” ujar Maqdir.


Kendati tidak ada suara, dalam video itu terlihat gambar saat Ketua KPK, Abraham Samad, dan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, mengumumkan status tersangka Budi Gunawan.

Sementara itu, Plt Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang menyangkal jika dirinya dan PDI-P disebut mempunyai niat untuk melemahkan KPK. Seperti diketahui, keterangan Hasto juga dijadikan barang bukti oleh kubu BG dalam sidang praperadilan. “Korupsi ini adalah masalah bangsa yang harus kita perangi bersama. Kan Ibu Mega yang dulu tanda tangani pendirian KPK,” kata Hasto.

Ia menambahkan, tidak pantas jika KPK dipimpin oleh orang yang melanggar kode etik dan melakukan penyalahgunaan wewenang seperti Abraham Samad. “Di tengah kewenangan besar, dengan harapan publik tinggi, atas misi mulia KPK memberantas korupsi, maka sejatinya hal itu harus didukung oleh pimpinan yang punya etika dan tidak melakukan kebohongan publik,” ujarnya. (one)