4.600 Ibu Hamil Meninggal di Jabar

kehamilan kembar
ilustrasi
ilustrasi ibu hamil
ilustrasi ibu hamil

POJOKSATU – Jawa Barat (Jabar) menempati peringkat pertama sebagai Provinsi penyumbang kematian ibu dan bayi baru lahir di Indonesia. Tercatat 4.607 ibu dan 24.952 bayi baru lahir meninggal dalam kurun waktu 2009 hingga 2013.

Guna menekan tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Bayi (AKB), Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar bekerjasama dengan Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS) menggelar “Collaborative Learning: Upaya Gawat Darurat Penyelamatan Ibu & Bayi Baru Lahir” di Hotel Royal, Bogor.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jawa Barat, Alma Luciaty mengatakan, faktor terbesar dalam kasus kematian bayi ialah Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR).

Alma melanjutkan, acara ini memberi memberi keterampilan bagi pelaksana pertolongan ibu dan anak untuk bisa melewati masa-masa krisis. “Masa krisis pada bayi yang baru dilahirkan adalah pada hari-hari pertama, minggu dan bulan pertama,” ujar dr Alma.


Ini juga menjadi bagian dari program Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan yang mencetuskan Gerakan Penyelamatan Generasi Masa Depan (Gema Mapan).

Menurut Alma, gerakan ini dimulai dari anak-anak sekolah dengan mendewasakan anak perempuan dan anak laki-laki untuk menyadari bahwa perempuan nantinya akan menjadi seorang ibu. Alma berharap para wanita muda itu lebih memperhatikan gizinya.

“Jadi nanti kalau mereka hamil, bisa melahirkan anak yang sehat. Karena kematian bayi karena gizi buruk tidak datang secara instan. Tapi akibat asupan jauh sebelum ibu mengandung. Jadi jika gizi sudah oke, kematian akibat BBLR juga bisa berkurang,” jelas Irma.

Dengan program ini, Irma menuturkan anak-perempuan yang sudah menstruasi meskipun dari SD akan mendapat tablet FE untuk meningkatkan HB.

Selain itu, juga diberikan cara memilih asupan makanan. “Makanya sekarang ada menu makanan seimbang supaya ibu tidak menjadi Anemis. Kalau tidak ibu tidak Anemis, saat melahirkan ibu akan berada dalam kondisi bagus dan anak yang dilahirkan juga akan bagus,” jelasnya.

Alma menjelaskan, angka kematian bayi di Jawa Barat terus menurun setiap tahunnya. “Jumlah tahun 2014 angka kematian bayi mencapai 3.810 turun hampir seribu dari tahun sebelumnya yang mencapai 4.306,” tutur Alma.

Angka kematian bayi di Jabar juga relatif menurun ditingkat nasional. “Saat kebanyakan provinsi lain naik, di Jabar malah turun. Banyak juga yang mempertanyakan. Tapi memang catatan yang masuk sedikit kok,” tegas Alma. (cr1)