216 Bayi Meninggal di Bogor

ilustrasi
Bayi kembar
ilustrasi bayi

POJOKSATU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Saat ini tercatat 216 bayi meninggal ketika dilahirkan dan angka kematian ibu yang melahirkan mencapai 71 orang pada 2014.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bogor Camelia mengatakan banyak faktor yang menyebabkan AKI dan AKB. Diantaranya ibu yang keracunan, darah tinggi dan karena usia ibu yang terlalu muda untuk mengandung. “Tapi kebanyakan karena keracunan dan pendarahan,” ujar Camelia, Selasa (10/2/2015).

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bogor, Nurhayanti bertekad menurunkan AKI dan AKB melalui sosialisai terhadap ibu hamil dan mengimbau ibu hamil untuk memanfaatkan kelas ibu yang ada di RSUD dan puskesmas.

“Untuk bidang kesehatan, pemkab memiliki dua poin penting, yakni meningkatkan sarana dan prasarana serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Termasuk peningkatan kompetensi SDM,” ujar Nurhayanti.


Nurhayanti menambahkan, untuk tahun 2015 Pemkab Bogor tekah menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) Kesehatan Ibu dan Anak dan Perda Perlindungan Ibu dan Anak yang sudah masuk Program Legislasi Daerah (Prolegda).

“Angka harapan hidup masyarakat di Kabupaten Bogor saat ini masih di bawah tingkat Provinsi. Namun sudah di atas angka harapan hidup pusat. Jadi payung hukumnya harus jelas,” jelas Nurhayanti. Kata Nurhayanti seraya menambahkan, RSUD Cibinong telah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan regional. (cr1)