Mahasiswa: Budi Gunawan Dikriminalisir

Kepala BIN BUDI GUNAWAN
Kepala BIN BUDI GUNAWAN
KOMJEN BUDI GUNAWAN
KOMJEN BUDI GUNAWAN

POJOKSATU – Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Front Revolusioner menilai penetapan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meripakan bentuk kriminalisasi.

Front yang merupakan gabungan beberapa element yaitu, Front Indonesia Semesta (FIS), Himpunan Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (HIMA UNJ), Sentra Aktualisasi Gerakan Mahasiswa (STIGMA), dan Gerakan Rakyat untuk Keadilan Indonesia (Gerak Indonesia). Aksi ini dikomandoi oleh Koordinator Presidium Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad), Haris Pertama. Mereka melakukan aksi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan siang tadi, saat persidangan praperadilan Budi Gunawan berlangsung.

Haris dalam orasinya meminta kepada Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk memutuskan seadil-adilnya dan praperadilan Komjen Budi Gunawan harus dikabulkan, karena penetapan tersangkanya murni tindak kriminalisasi dan politis.

“KPK kerap banyak melakukan pemelintiran berita dengan membangun opini-opini yang tidak rasional. Dan BG menjadi korban kriminalisasi pimpinan KPK,” kata Haris.


Lebih lanjut, Haris menuturkan bahwa motif penetapan tersangka BG oleh pimpinan KPK diduga ada unsur dendam dan kental muatan politisnya. Pasalnya, Plt Sekjen PDIP Hasto Kristianto membeberkan bukti manuver Ketua KPK Abraham Samad jelang Pilpres 2014.

“Ini semakin keterkaitan bahwa KPK sudah tidak independen lagi, karena sudah menjadi alat politik. KPK punya motif dibalik target politik karena begitu mudah menetapkan seseorang sebagai tersangka,” pungkasnya.

Hal yang sama dikatakan oleh Koordinator GERAK, Tedy. Kata dia, KPK telah dijadikan alat poltik oleh oknum-oknum seperti Samad, Bambang dan yang lainnya. Sehingga, independensi KPK sudah jauh melenceng. “Samad dan BW sebaiknya jangan menjadikan KPK sebagai tameng hukum. Jangan karena kalian pimpinan KPK, tidak bisa disalahkan, ingat kalian bukan malaikat,” kata Tedy.

GERAK pun mendukung penuh Budi Gunawan sebagai calon Kapolri karena baginya itu merupkan hak yang sudah ditentukan oleh seorang Presiden Jokowi. “Kami meminta Presiden untuk segera melantik Budi Gunawan sebagai Kapolri,” tandasnya. (awa/jpnn/ril)