Disabet Celurit, Siswa Ditahan di RS karena Tak Punya Duit

Ilustrasi.
Ilustrasi.
Ilustrasi.

POJOKSATU – Seorang pelajar di Bogor, Muhammad Gunawan menjadi korban pembacokan pada Minggu (8/2/2015) dinihari di depan halte bus Jambu Dua. Gunawan dibacok sekitar pukul 03.00 saat dibonceng oleh temannya dengan sepeda motor.

Siswa kelas X SMK PGRI 3 Bogor itu mengalami luka di pinggul akibat sabetan celurit oleh sekelompok orang tak dikenal.
“Saya lagi dibonceng, tiba-tiba orang yang lagi nongkrong di depan halte menyerang saya,” ujar Gunawan saat ditemui di di RS Salak, Bogor, Senin (9/2/2015).

Korban yang mengalami luka bacok langsung dilarikan ke rumah sakit. Lukanya cukup parah, sehingga harus menjalani operasi di RS Salak.

Ibu kandung korban, Enah mengaku bingung karena tak mampu membayar biaya operasi sebesar Rp6 juta. Biaya itu harus dibayar karena keluarganya belum mendapatkan BPJS Kesehatan.


Angka itu dinilai cukup besar. Terlebih ayah korban, Bahro, hanya pengayuh becak. Dia juga belum melaporkan kejadian yang dialami anaknya ke kepolisian karena takut dimintai uang.

Enah mengatakan hingga saat ini Gunawan belum diizinkan meninggalkan RS karena belum membayar nominal yang dibebankan pihak RS. “Bingung harus bagaimana lagi. Kami tidak punya uang untuk membayar biaya operasi,” ujarnya. (cr1)