Balas Eksekusi Mati Indonesia, Bandar Narkoba Incar WNI yang Ditahan di Brasil

Ilustrasi

ilustrasi-hukuman-matiHukuman mati warga Brasil di Indonesia memancing aksi serupa bagi tahanan Indonesia yang terjerat narkoba di negara itu. Sebagian warga Brasil juga mendesak pemerintah Brasil untuk menghukum mati seorang warga Indonesia yang kini ditahan akibat penyelundupan narkoba.

Siapa warga Indonesia yang ditahan di Brasil itu? BBC yang menelusuri indentitas lengkap hanya menuliskan bernama Maria. Dia dipenjara sejak 2013   setelah aparat Brasil menemukan kokain seberat 3,6 kilogram di dalam kopernya saat dia tiba di Bandara Internasional Sao Paulo pada 2012.

Melansir dari BBC, perempuan yang mengaku berprofesi sebagai instruktur tenis itu mengaku datang ke Brasil untuk berwisata. Sebelumnya, dia menghabiskan waktu di Ekuador. Di negara itu, dia menetap di rumah seorang temannya yang belakangan menitipkan sebuah koper.

Selama proses persidangan, dia menyangkal  membawa narkoba. Meski hakim menyatakan tidak ada indikasi Maria adalah bagian dari jaringan narkoba internasional, tapi pengakuan Maria bahwa dia tidak mengetahui ada narkoba di dalam kopernya diragukan.


Hakim kemudian memvonis Maria bersalah karena membawa narkoba ke Brasil. Pengadilan setempat menghukumnya enam tahun dan 27 hari penjara. Pada 2013 dia mengajukan banding agar bisa dipindahkan ke sistem penjara semi terbuka.

Dia kini masih menjalani hukumannya di penjara wanita di Sao Paulo. Setelah itu dia akan diusir dari Brasil, sebuah hukuman yang biasa dikenakan bagi narapidana asing dalam kasus narkoba.

Namun, hukuman mati warga Brasil pada pertengahan Januari lalu oleh pemerintah Indonesia memantik amarah agar pemerintah Brasil melakukan hal serupa pada Maria.

Presiden Brasil Dilma Rousseff sampai membuat pernyataan hukuman mati terhadap warganya di Indonesia itu kejam. “Hubungan antara kedua negara akan terpengaruh. Duta besar Brasil di Jakarta ditarik melakukan konsultasi,” kata Rousseff saat itu.

Sosok Maria juga jangan sampai terpublikasi pers. BBC melaporkan, LSM setempat pun mengkhawatirkan jika sosok Maria terpublikasikan maka mendapat ancaman serius dari bandar narkoba Brasil.  (bbc/kan)