Adik Anas Urbaningrum Gabung Perindo

Hary Tanoesoedibjo saat mendeklarasikan Partai Perindo.
Hary Tanoesoedibjo saat mendeklarasikan Partai Perindo.
Hary Tanoesoedibjo saat mendeklarasikan Partai Perindo.

POJOKSATU – Kendati baru dideklarasikan, daya tarik Partai Perindo cukup kuat. Beberapa tokoh ikut bergabung dengan partai yang dibidani Hary Tanoesoedibjo alias HT ini. Salah satunya adik kandung bekas Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum yakni Anna Lutfi.

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Indonesia (Partai Perindo), Ahmad Rofiq ketika dihubungi Rakyat Merdeka (Grup Pojoksatu.id) mengungkapkan, ada beberapa tokoh yang bergabung ke partainya. Mulai, dari tokoh Partai Golkar, bekas ketua umum partai politik maupun tokoh lainnya.

“Pengurus inti DPP hanya berjumlah 25 orang saja. Setelah deklarasi baru kita lakukan penggemukan kepengurusan,” ujar Rofiq melalui sambungan teleponnya, kemarin.

Di antara ke 25 tokoh yang bergabung di kepengurusan inti DPP Partai Perindo ada adik dari mantan ketua umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. “Namanya Anna Lutfi dia seka­rang di DPP Perindo,” ungkap Rofiq.


Anna Lutfi mempunyai pengalaman sebagai calon wakil bu­pati Tulungagung. Sebelum di Partai Perindo, Anna pernah di Partai Amanat Nasional (PAN) dan terakhir di Partai Hanura. Rofiq yakin keberadaan pengu­rus DPP Partai Perindo akan bisa menyaingi partai lain, karena mempunyai pengalaman dan track record sebagai politisi yang tangguh.

Selain Anna Lutfi, bekas politisi Partai Golkar Yamin Tawari juga bergabung dengan Partai Perindo. Kata Rofiq, Yamin bergabung karena mempunyai kesamaan visi dan misi di dalam membangun bangsa dan negara.

“Pak Yamin Tawari juga di kepengurusan DPP,” katanya.

Ada juga bekas ketua umum Partai Indonesia Sejahtera (PIS) Budiyanto Darmastono. PIS didirikan secara mandiri dan bukan sempalan dari paprol lain. Pendiriannya dilakukan pada 7 Juli 2007. Hanya dalam waktu setahun partai ini bisa membangunjaringan di daerah sehingga lulus dalam verfikasi KPU untuk Pemilu 2009. Ketua umum PIS adalah Budiyanto Darmastono.

Dilanjutkan Rofiq, selain na­ma-nama tersebut masih banyak tokoh-tokoh nasional ingin ber­gabung dengan Partai Perindo. Mayoritas mereka yang ingin bergabung karena mempunyai flatform yang sama yakni politik kesejahteraan untuk rakyat.

Secara garis besar, Rofiq men­jelaskan, ada dua hal yang men­jadi target awal Partai Perindo. Pertama, berjuang untuk verifikasi pemilu, sehingga bisa menjadi peserta pemilu 2019 mendatang. Kedua, bekerja maksimal untuk pemenangan Perindo.

“Dengan menang, kita bisa berpartisipasi membangun negeri ini,” tegasnya. (rmol/dep)