Tes Keperawanan Siswi SMA Jadi Syarat Kelulusan, Begini Reaksi Kemenag

10196_8527_2060_1600_lapsus masuk sekolah pertama dengan Tryout Online-diptawahyu4

ilustrasi

POJOKSATU – Usulan anggota dewan agar tes keperawan menjadi salah satu syarat kelulusan di tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendapat tanggapan dari Kementerian Agama.

Kepala Kantor Kementerian Agama Jember, Rosyadi Badar mengatakan, dirinya kurang setuju dengan usulan tersebut. Menurut dia, tidak perlu siswa dibebani dengan tes semacam itu. Terlebih, para siswa sebentar lagi akan menghadapi ujian nasional. Ide itu dikhawatirkan berdampak kepada kondisi psikologis siswa.

“Persoalan tes keperawanan dan keperjakaan tidak semudah yang dibayangkan. Sebab, butuh keahlian khusus seorang dokter untuk membuktikan keperawanan dan keperjakaan seseorang,” tutur Rosyadi.

Menurut dia, banyak penyebab hilangnya keperawanan seseorang. Keperawan bisa saja hilang karena olahraga berat, bisa juga karena kecelakaan.

“Kalau kemudian seorang siswa tidak perawan lagi karena kecelakaan apakah iya tidak diluluskan?” katanya. (Baca juga: Tes Keperawanan Jadi Syarat Kelulusan Siswa SMA)

Rosyadi menambahkan, prilaku seks bebas di kalangan pelajar memang harus ditangani, tetapi bukan dengan cara ekstrem seperti itu. Lebih baik melakukan pembinaan moral siswa dengan melibatkan seluruh pihak. “Persoalan moral generasi penerus bangsa, menjadi tanggung kita bersama, termasuk tanggung saya juga,” ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, Mufti Ali, mengusulkan dibentuknya peraturan daerah (Perda) tentang perilaku yang baik dan terpuji, yakni, Perda. Di dalam perda itu mengatur tentang tes keperjakaan dan keperawanan sebagai salah satu syarat kelulusan siswa di tingkat SMP dan SMA. (one)

 

Feeds