Tes Keperawanan Jadi Syarat Kelususan SMP dan SMA

Tes keperawanan siswi smp dan sma
Ilustrasi
Tes keperawanan siswi smp dan sma
Ilustrasi

POJOKSATU – Prilaku seks bebas di kalangan pelajar SMP dan SMA memunculkan wacana baru agar tes keperawanan dijadikan salah satu syarat kelulusan. Hal dimaksudkan untuk mengatasi prilaku seks di kalangan pelajar.

Wacana ini mendapat tanggapan dari Sekretaris Jendral Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Iwan Hermawan. Iwan mengatakan, FGII keberatan dengan rencana tes keperjakaan dan keperawanan sebagai salah satu syarat kelulusan siswa di tingkat SMP dan SMA. “Tidak setuju, kita tidak sepakat dengan itu,” kata Iwan, Minggu (8/2/2015).

Iwan beralasan, tes keperawanan dan keperjakaan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Selain itu, usulan wacana tersebut bertentangan dengan Peraturan Pemerintah no 32 Tahun 2010 yang isinya menyebutkan seorang siswa-siswi bisa dikatakan lulus apabila nilai rapornya lengkap dan bagus. Juga berkelakuan baik, nilai akhir ujian akhir sekolah minimal memenuhi standarisasi kelulusan.

Iwan menegaskan, setiap manusia berhak mendapatkan pendidikan, berhak mengikuti pendidikan sesuai dengan usianya, bahkan, yang sudah menikah pun berhak mengikuti pendidikan paket C atau seterusnya.


Soal moral, kata dia, itu persoalan lain. Perawan dan tidak perawan, seharusnya tak perlu dikaitkan dengan syarat kelulusan siswa SMP dan SMA. Walaupun, masalah perawan dan tidak perawan dan perjaka tidak perjaka diakuinya merupakan kegagalan dalam proses mendidik.

“Kita jangan selalu menyalahkan siswanya, tetapi mungkin kesalahan pendidikan, pengaruh lingkungan, peran guru dan peran orangtua yang kurang mengawasi,” katanya.

(one)