PKL Dukung Larangan Impor Pakaian Bekas

Ilustrasi Pakaian Bekas Impor. Ist
Ilustrasi Pakaian Bekas Impor. Ist
Ilustrasi Pakaian Bekas Impor. Ist

POJOKSATU – Pedagang kaki lima (PKL) yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) mendukung penuh kebijakan pemerintah melarang impor pakaian bekas.

Ketua Umum DPP APKLI Ali Mahsun mengatakan, PKL hanya menjual barang ke masyarakat dan tidak terkait langsung dengan sektor produksi. Dengan demikian, PKL tidak terpengaruh adanya kebijakan pemerintah melarang impor pakaian bekas.

Disisi lainnya, PKL memiliki kemampuan yang sangat cepat melakukan adaptasi terhadap perubahan dan dinamika pasar.

Jelas dia, disamping dapat menyebarkan berbagai penyakit ke masyarakat, impor pakaian bekas telah sekian lama sebabkan profesi tukang jahit, yang merupakan sumber pendapatan ekonomi dan mata pencarian rakyat gulung tikar, baik di perkotaan maupun di pelosok pedesaan di seluruh tanah air akibat serbuan barang impor pakaian bekas dan pakaian jadi.


“Akibat lainnya adalah usaha konveksi dan garmen kolaps dan nafasnya tersengal-sengal,” ungkap Ali Mahsun, Minggu (8/2).

Dengan adanya kebijakan tersebut diharapkan terjadi kebangkitan dan revitalisasi usaha garmen dalam negeri, dan perkuat kembali profesi tukang jahit dan usaha konveksi di Indonesia.

“Namun demikian pemerintah juga wajib membatasi impor pakaian jadi dan komoditas lain yang merupakan hajad hidup masyarakat Indonesia,” ungkap Ali Mahsun. (rus/rmol/dep)