Pengeroyokan Perwira Oleh Anggota TNI, Mabes Polri Akan Tempuh Jalur Hukum

polisi nyaris dibakar
ilustrasi polisi dikeroyok
ilustrasi polisi dikeroyok
ilustrasi polisi dikeroyok

POJOKSATU – Pihak Polda Metro Jaya akan menempuh upaya hukum terkait pengeroyokan dua oknum perwira Polri oleh puluhan oknum TNI AL di Bengkel Cafe, kawasan SCBD, Jaksel.

Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Heru Pranoto kepada wartawan mengatakan, pihaknya telah membuat laporan di Polda Metro Jaya terkait insiden tersebut. Korban, Kompol Teuku Arsya Khadafi selanjutnya akan dimintai keterangan di Polda Metro Jaya.

“Setelah pemberkasan di kami selesai, kami akan serahkan berkasnya ke POM TNI AL untuk diperiksa internal,” ungkapnya, Minggu (8/02).

Dihubungi terpisah, Kadispen AL Laksmana Manahan Simorangkir, mempersilakan jika pihak kepolisian akan melaporkan oknumnya tersebut.


“Iya tidak apa-apa, silakan kalau mau menuntut,” kata Manahan.

Menurutnya, apa yang dilakukan anggota TNI AL saat itu adalah resmi berdasar perintah dari Panglima TNI Jenderal Moeldoko.

“Yang jelas anggota TNI AL ini sedang melaksanakan operasi penegakan dan penertiban (Gaktib) gabungan TNI dan Polri, saat itu ada 48 personel. Itu resmi,” ungkapnya.

Keduabelah pihak saat ini telah berupaya melakukan konsolidasi terhadap korpsnya masing-masing, guna mengantisipasi aksi provokasi yang timbul. Seperti dikatakan Heru, pihaknya sudah menerima permintaan maaf dari pihak TNI atas aksi pengeroyokan tersebut.

Seperti diketahui, insiden ini terjadi ketika pihak TNI AL melakukan Operasi penegakan ketertiban (Ops Gaktib) yang di Bengkel Cafe, kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Masing-masing pihak mempunyai cerita sendiri-sendiri.

Awalya, anggota TNI menemukan dua anggota Polri, yakni BH dan TA di sebuah ruangan. BH adalah perwira Polri dan TA merupakan anggota Jatanras Polda Metro. Keduanya dimintai kartu identitas oleh anggota TNI. Namun TA dan BH tidak mau memberikan kartu identitas.

“Setelah berkali-kali diminta, mereka berdua terlihat kesal dan mengeluarkan senjata api jenis pistol lalu menodongkannya kepada anggota TNI yang ada di sana. Merasa terancam, anggota TNI yang jumlahnya 48 orang dalam operasi tersebut memberikan perlawanan terhadap TA dan BH,” ujar Manahan Simorangkir, Minggu (8/02)

Mereka berdua tidak bisa melawan dan akhirnya terpaksa dibawa pergi oleh anggota TNI. Mereka pun dibawa ke markas POM TNI AL dan menunggu beberapa jam sampai seorang perwira Polri berpangkat kombes datang memberikan penjelasan.

Sementara menurut informasi yang dikumpulkan Kombes Pol Heru Pranoto, kejadian bermula saat tim Satgas Bareskrim Polri mengadakan pertemuan di sebuah ruangan di lokasi. Tiba-tiba ada operasi yang dipimpin seorang anggota TNI. Saat itu, sudah dijelaskan ke anggota TNI itu soal adanya kegiatan oleh beberapa pamen Polri dan personel Polri lainnya.

Tetapi penjelasan itu tidak diterima. Malah, anggota Polri dikeroyok. Padahal saat itu, anggota Polri membawa surat tugas. Dua anggota Polri kemudian dimasukkan ke mobil dan dibawa keliling Jakarta sambil merazia tempat hiburan yang lainnya. (ril)