Mau Tinjamu Dibayar Ratusan Juta? Donasikan ke Lembaga Ini

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU – Sebuah peluang bagi anda yang sehat pencernaanya untuk mendapatkan urang ratusan juta rupiah, dengan cara mendonorkan tinja. Peluang ini muncul setelah bank tinja gagasan lembaga non-profit OpenBiome di Boston membuka peluang itu untuk membantu para penderita Infeksi gastrointestinal. Jika tekun dan tetap sehat, dalam satu tahun pendonor bisa mendapatkan Rp 164 juta.

“Masalahnya, menjadi pendonor tinja lebih sulit daripada yang orang bayangkan. Bahkan lebih sulit daripada masuk MIT (Massachusetts Institute of Technology),” ujar Mark Smith, salah satu pendiri bank ini, seperti dilansir Medical Daily, Sabtu (7/02).

Namun demikin, tidak sembarang orang yang bisa donasi tinjanya diterima. Smith mencontohkan bahwa dari 1.000 orang calon pendonor yang mendaftar, paling banyak hanya 4 persen saja yang lolos. Sebabnya, tes yang dilakukan untuk pendonor tidak main-main.

Calon pendonor bebas dari penyakit Hepatitis B, C, HIV atau sifilis. Calon pendonor juga tidak boleh meminum antibiotik selama tiga minggu sebelumnya, tidak pernah mengidap diare kronis, kanker, penyakit infeksi seksual dan gangguan pencernaan lainnya.


bukan hanya itu, usus calon pendonor harus benar-benar sehat dan dibuktikan melalui serangkaian tes untuk melihat kandungan bakterinya. Menurut Smith, modal untuk melakukan tes pada calon pendonor mencapai Rp 63 juta.

Setelah dinyatakan bisa diterima, tinja pendonor kemudian dibekukan dan dicampur dengan bahan kimia khusus. Setelah itu, kotoran akan disaring dan disimpan dalam plastik untuk ditempatkan di dalam ruangan bersuhu sangat rendah.

Saat ini OpenBiome sudah bekerja sama dengan 185 rumah sakit di seluruh Amerika Serikat. Jumlah pasien yang sudah merasakan manfaat dari bank tinja ini bahkan sudah lebih dari 2.000 orang.

“Memang terdengar mudah, Anda hanya perlu ke toilet untuk buang air seperti biasa. Namun tinja yang Anda donorkan ini menyelamatkan nyawa seseorang di luar sana,” ungkap Smith.

Untuk diketahui, infeksi gastrointestinal yang disebabkan bakteri Clostridium difficile merupakan salah satu gangguan cerna yang mematikan. Bakteri ini menyebabkan penderitanya mengalami diare terus-menerus hingga tak mampu keluar rumah, bahkan meninggal karena dehidrasi.

Meski bisa diobati dengan antibiotik, pakar mengatakan bahwa banyak bakteri yang sudah bermutasi sehingga kebal terhadap obat-obatan. Satu-satunya jalan pengobatan yang tersisa adalah dengan memasukkan tinja orang lain yang sehat ke dalam tubuh pasien agar bakteri C. difficile bisa dilawan dan hilang dari tubuh.(ril)