LPSK Akan Lindungi Labora Sitorus

labora sitorus
Labora Sitorus
Labora Sitorus
Labora Sitorus

POJOKSATU – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), menyanggupi permintaan terpidana Labora Sitorus yang meminta perlindungan hukum. Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu.

“Asal kooperatif. Labora pasti dilindungi,” kata Edwin dalam pesannya, Jumat kemarin. Selain itu, pihaknya juga berharap Labora bisa bekerjasama, jujur dan terbuka untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dalam kasusnya. Hal itu kara Edwin, menjadi syarat mutlak agar pihaknya bisa melindungi Sitorus.

Menurut Edwin, kasus Labora mesti dilindungi karena banyak nama dan catatan dibalik kasus yang menimpa mantan Kapolres Raja Ampat, Papua itu. Syarat administratif yang harus dilakukan Sitorus kata Edwin sederhana, cukup melayangkan surat ke LPSK sebagai permohonan untuk perlindungan kasus.

Namun sayangnya, hingga saat ini Labora belum melakukan upaya tersebut. Padahal kata Edwin, Komnas HAM pun bersedia untuk membantu.


Seperti diketahui, Labora dihukum penjara 15 tahun dan denda Rp 5 miliar oleh Mahkamah Agung (MA). Hukuman itulebih berat dari vonis yang dijatuhkan oleh PN Sorong untuknya. MA membenarkan tuduhan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang mengatakan, Labora memiliki uang tak wajar selama dirinya menjabat kepolisian.

Dalam persidangan, pengadilan membuktikan Labora memiliki uang senilai Rp 1,5 triliun yang berasal dari kegiatan ilegal, seperti pembalakan liar dan penyeludupan bahan bakar minyak. Namun, pascaputusan kasasi, Labora dinyatakan kabur dan tak kembali ke penjara. (ril)