Ini Komentar Penerbit Buku ‘Saatnya Aku Belajar Pacaran’

Ini buku 'Zina' yang menghebohkan
Ini buku 'Zina' yang menghebohkan
Ini buku ‘Zina’ yang menghebohkan

POJOKSATU – Karena dianggap kontraversi, buku psikologi remaja berjudul “Saatnya Aku Belajar Pacaran” karya Toge Aprilianto menjadi sorotan. Kalangan pemerintah dan para alim ulama pun ikut memberi komentar. Terlebih lagi kalangan pengguna internet, dimana awalnya buku ini diprotes.

Terkait hal itu, Agus Wijaya, selaku pimpinan penerbit Brilian Internasional mengatakan bahwa penerbit tidak bermaksud untuk menyebarkan atau mengajak remaja melakukan hubungan seksual ketika pacaran.

“Naskah buku dari Pak Toge saya baca, saya kritisi, dan saya menilai kalimat yang saat ini dimasalahkan memang sensitif. Saat itu (tahun 2010), saya bilang ke Pak Toge, kalimat itu dihilangkan saja. Pak Toge bilang, itu kasus yang diungkap oleh remaja putri yang disampaikan kepada psikolog. Hal itu ditulis untuk mengingatkan orang tua bahwa kasus seperti itu ada di masyarakat, agar berhati-hati, supaya tidak terjadi lagi,” jelas Agus, kemarin.

Ia mengaku masih khawatir dengan naskah yang akhirnya menjadi kontroversi tersebut. Akhirnya ia memutuskan untuk menarik buku tersebut setelah beberapa bulan terbit yakni pada akhir tahun 2010.


Ia menegaskan bahwa penerbit Brilian Internasional hanya satu kali mencetak dan menerbitkan buku tersebut. Ia bahkan menjamin bahwa pada tahun 2011, sudah tidak ada lagi stok buku ‘Saatnya Aku Belajar Pacaran’ di toko-toko buku.

“Sekali lagi saya tegaskan, buku itu hanya dicetak/diterbitkan 1 (satu) kali oleh Brilian Internasional di tahun 2010, dan di akhir 2010 saya minta kepada distributor agar buku itu ditarik dari seluruh toko buku di seluruh Indonesia. Tahun 2011, buku itu sudah tidak ada di toko buku,” paparnya.

Agus juga mengatakan bahwa penerbit Brilian Internasional tidak pernah sekalipun menjual buku karangan Toge dalam format digital atau e-book. Bahkan menurutnya bisa saja ada pihak lain atau orang di luar penerbit dan penulis yang memproduksi buku itu secara ilegal.

“Buku itu tidak pernah dicetak ulang oleh Brilian Internasional. Brilian Internasional juga tidak pernah meng-upload atau meng-online-kan buku tersebut. Jika kedua hal ini terjadi, sesuai pemberitaan di TV dan di media online, saya malah bertanya, siapa yang melakukannya?” tanya Agus, seperti dilansir detik healt.

“Saya juga sedang menyelidiki, apakah buku itu pernah dicetak ulang atau ‘dibajak’ oleh pihak lain, dan apakah pernah di-online-kan atau dijual secara online oleh pihak lain?” tambahnya lagi.

Terakhir, ia mengatakan bahwa penerbit siap mengganti uang pembeli yang ingin mengembalikan buku tersebut ke penerbit. Hal ini sama dengan apa yang dikatakan oleh penulis buku Toge Aprilianto beberapa waktu lalu.

Saat ini, kontroversi soal buku ‘Saatnya Aku Belajar Pacaran’ masih berlanjut. Komisi Perlindungan Anak Indonesia sudah melaporkan penulis dan penerbit ke polisi. Sementara pihak Dewan Perwakilan Daerah berencana memanggil penulis untuk dimintai klarifikasi. (ril)