Fakta Foto Mesra Abraham 4, Zainal Sakit Hati Selalu Diusir

233949_484371_abraham_kelon
Pria mirip Abraham Samad memeluk seorang perempuan cantik di dalam kamar hotel

Beberapa hari lalu, sebelum tampil di muka umum, saya kembali bertanya kepada Zainal, apa gerangan perlakuan Abraham kepadanya yang membuatnya terluka sedemikian rupa? Zailan pun memulai ceritanya dengan dingin.

Abraham telah lama menjauh darinya. Ia dihapus dari daftar pertemanan di Blackberry Messenger (BBM), bahkan Abraham enggan berdekat-dekat dengannya.

Ia mengingat pertemuannya dengan Abraham di Dunkin Donuts, Jl. Sultan Hasanuddi di Makassar. Hadir pula teman-teman lainnya. Jam 10 malam, saat mengantar Abraham ke mobil di halaman parkir, Abraham memanggil seorang kawan lain mendekat. Abraham menepis Zainal.

“Jangan ko kau mendekat bos. Nanti kau perjual-belikan ini informasi yang saya mau sampaikan ke H,” tepis Abraham, seperti ditirukan Zainal.


Di kesempatan lain, sekitar bulan Agustus 2013, Abraham datang ke Makassar dan tinggal di sebuah hotel. Abraham, seperti biasa, mengundang semua kawan akrabnya untuk datang. Ia mengundang lewat si S. Dalam perjalanan, Zainal ditelepon S. “S melarang saya datang. Katanya, Abraham tidak menghendaki saya datang karena saya caleg.”

Awal tahun 2014, di sebuah acara pesta pernikahan di Sungguminasa, Zainal yang sedang mencalonkan diri sebagai caleg partai, ditampik Abraham di depan umum. Saat Ketua KPK, Abraham datang, semua orang menyambutnya sebagai bintang. Melihat Zainal mendekat, Abraham kembali menampik.

“Jauh-jauh ko kau bos. Kau caleg. Tidak enak dilihat orang,” kata Abraham, seperti diceritakan Zainal. (Baca: Fakta Baru Foto Mesra Abraham 3, Kemesraan Terakhir)

Kata Zainal, “Saya kecewa sekali. Saya ditampik di depan orang banyak, tokoh-tokoh masyarakat di Gowa yang saya kenal dan tahu persahabatan saya dengan Abraham.”

Puncak kekecewaan Zainal kepada Abraham adalah kejadian pada pertemuan terakhirnya mereka, satu hari di bulan Februari 2014. (one/bersambung)

Singapura, 6 Februari 2015
Tomi Lebang