Fakta Baru Foto Mesra Abraham 3, Kemesraan Terakhir

Tomi Lebang
Tomi Lebang
Tomi Lebang

Menjadi Ketua KPK, di bulan-bulan pertama, Abraham Samad tetap akrab dengan sahabat-sahabatnya. Bahkan di bulan Januari 2012, Abraham berangkat ke Tanah Suci, berumroh dengan Zainal Tahir, Supriansa, dan Aidir….

Dan itulah “kemesraan” terakhir Abraham dan Zainal, yang dirasakan oleh Zainal. Setelah itu, kabar-kabar sumbang mulai terdengar di antara keduanya: Abraham yang menghindar dan berubah, dan Zainal yang sakit hati.

Pada pemilihan umum legislatif tahun 2014, Zainal merintis jalan politik ke Jakarta. Ia menjadi caleg DPR dari Partai Nasdem. Ia hendak menyusul kawan-kawannya yang telah duluan menancapkan dirinya di ibukota.

Tapi rakyat berkehendak lain. Zainal gagal. Dan di tengah sistem pemilu yang centang perenang ini, kegagalannya harus ia tebus dengan mahal pula. (Tak perlu saya ceritakan).


Zainal gagal ke DPR tapi ia tetap ke Jakarta. Sudah lama ia punya rumah di ibukota.

Saya kerap bertemu dengannya, mendengar keluh kesahnya. Dan keluhannya yang paling awet adalah tentang Abraham yang berubah. Abraham menjauhinya, bahkan di beberapa kesempatan bertemu, Zainal mengaku dinistakan.

Sejauh itu, saya tak pernah memikirkan kekesalan Zainal akan berbuah pahit, untuk Abraham, untuk Zainal, untuk kawan-kawannya, bahkan untuk sebuah persahabatan panjang. (Baca: Fakta Baru Foto Mesra Abraham 2, Pengusaha Almugada (Apa Lu Mau Gua Ada)

Sampai kemudian, meledaklah ihwal foto itu, sebuah foto buram dari masa silam. Tahu bahwa foto itu dari Zainal, saya meneleponnya dengan murka. “Kau tahu Nal, apa akibat foto ini?”

Di grup perbincangan Whatsapp Makassar yang kami ikuti, seorang kawan sontak menulis pesan: selamat tinggal persahabatan. (one/bersambung)

Singapura, 6 Februari 2015
Tomi Lebang