Fakta Baru Foto Mesra Abraham 2, Pengusaha Almugada (Apa Lu Mau Gua Ada)

Zainal Tahir
Zainal Tahir
Zainal Tahir

Zainal Tahir punya titik papan reklame yang mengangkangi jalan dua lajur di jalan poros AP Pettarani, Makassar, ia berdagang saham, bisnis properti, toko busana, dan lain-lain. Semuanya kecil-kecilan tapi menghasilkan. Untuk kreativitasnya berbisnis ini, saya mengaguminya. Ia mengentaskan hidup keluarga besarnya. Ia seorang pejuang.

Di luar itu semua, Zainal punya banyak kawan. Ia berteman melintas profesi. Salah satu kawannya yang akrab adalah Abraham Samad.

Saya sudah tinggal bertahun-tahun di Jakarta, ketika di Makassar, persahabatan Abraham dan Zainal sedang akrab-akrabnya. Tentu juga dengan kawan-kawan lain: Supriansa, Sukriansyah, Ronny de Fretes, dll. Karena berbeda kota, sungguh saya tak tahu, keakraban apa gerangan yang Abraham dan Zainal jalin di sana. Persekutuan malam? Perjalanan siang? Terang atau gelap? Hanya mereka yang tahu.

Dalam sepuluh tahun terakhir, satu per satu kawan Zainal berpindah ke Jakarta, entah karena tugas dan karir, entah karena nasib dan jalan hidup belaka. (Fakta Baru Foto Mesra Abraham 1, Penyebar Foto Itu Penulis Cerita Cinta)


Abraham terpilih jadi Ketua KPK, sebuah jabatan prestisius dalam kancah penegakan hukum negeri ini. Saya ingat, sesaat setelah terpilih, Abraham mengutip kalimat nabi dalam sebuah wawancara dengan koran. “Sekali pun anakku Fatimah, jika mencuri, akan kupotong tangannya.”

Sementara di Makassar dan Jakarta, kawan-kawan Abraham mengantar sang ketua dengan kalimat heroik: “Kami wakafkan sahabat kami Abraham untuk penegakan hukum negeri ini”. (one/bersambung)

Singapura, 6 Februari 2015
Tomi Lebang