Fakta Baru Foto Mesra Abraham 1, Penyebar Foto Itu Penulis Cerita Cinta

Pria mirip Abraham Samad bobo mesra dengan Feriyani Lim di kamar hotel
thumb_758537_12021526012015_abraham-seks
Bobo mesra pria mirif Abraham Samad dan Feriyani Lim

Foto bobo mesra Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad dengan Feriyani Lim menggegerkan tanah air. Awalnya, foto itu dianggap hasil rekayasa, tetap lambat laun mayrakat mulai percaya keaslian foto itu. Penyebar foto mesa itu adalah Zainal Tahir. Dia adalah mantan sahabat karib Abraham Samad.

Mantan aktivis Makassar, Tomi Lebang, menuliskan kisah persahabatan antara Abraham Samad dan Zainal Tahir. Tomy mengupas secara detail bagimana akrabnya persahabatan keduanya hingga Zainal sakit hati dan berujung dengan penyebaran foto bobo mesra Abraham.

Berikut ini tulisan Tomi berjudul ZAINAL TAHIR.

Barangkali persahabatan adalah juga sebaik-baiknya sebuah itikad. Kita tak pernah tahu ujungnya cerah atau pekat. Ia perlu dirawat. Di setiap persimpangan waktu, ia juga butuh diruwat.


Persahabatan Abraham Samad dan Zainal Tahir -siapa gerangan yang bisa mengira akhirnya akan keruh begini rupa?

Sungguh saya tak pernah bisa menyelami, apa gerangan isi hati Zainal saat tampil di depan khalayak, bicara tentang Abraham dalam bahasa yang terang-benderang tentang sebuah persekutuan malam. Hanya Zainal yang tahu. Saya hanya dapat meraba-raba, seperti juga Anda dan teman-teman Zainal sendiri.

Pernah ada masa, ketika orang bertanya kepada saya: “Apa cita-citamu?”

Dan jawaban saya singkat: “Saya ingin menjadi Zainal Tahir.”

Tapi itu dulu. Duluuuu sekali.

Dan inilah cerita saya tentang Zainal yang usianya empat tahun di atas saya, dari sisinya yang saya kenal. Juga sedikit penerawangan tentang tercabiknya persahabatan antara dirinya dan Abraham.

Saya mengenal Zainal sebagai seorang pejuang. Ya, pejuang. Ia pejuang bagi keluarganya di Gowa. Tak usahlah saya ceritakan keluarganya. Tapi di masa sebelum mengenal kami teman-temannya, sebelum berteman dengan Abraham, Zainal pernah bekerja sebagai pencatat meteran listrik PLN.

Tapi ia seorang yang tekun. Ia menamatkan kuliahnya di Universitas Hasanuddin. Setelah itu, ia bekerja di Harian Fajar di bagian iklan. Di tahun awal 90-an, Zainal dikenal sebagai lelaki romantis. Ia rajin menulis cerita cinta remaja di koran-koran, termasuk di Majalah Anita Cemerlang.

Setelah itu, hidup Zainal seperti jalur jalan ke kampung halamannya di Gowa: berkelok tapi menanjak. Ia menangani halaman iklan Harian Fajar, terpilih menjadi Ketua KPU Gowa di tahun 2004, sembari jadi pengusaha. (one/bersambung)

Singapura, 6 Februari 2015
Tomi Lebang