Ada Ustadz Terjangkit AIDS

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU-Temuan terbaru Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Cianjur, menemukan tiga pelajar dan seorang ustadz sudah terjangkit virus HIV baru-baru ini.

Pengelola Program KPA Kabupaten Cianjur, Brian Muhammad Yusuf mengatakan, ketiga remaja yang masih berstatus pelajar aktif itu terjangkit virus HIV dikarenakan perilaku seks kurang sehat dan termasuk ke dalam golongan Lelaki Suka Lelaki (LSL).

Sedangkan seorang ustadz yang dimaksud, tertular dari seorang janda yang sudah dinikahi sebelumnya. Ternyata, setelah ditelusuri, mantan suami istrinya itu memiliki perilaku seks yang suka ‘jajan’ di luar.

“Jadi istrinya itu, tanpa ia ketahui sebelumnya, ternyata sudah tertular oleh mantan suaminya,” terang Brian ditemui di kantor KPA di Bojongherang, Kecamatan Cianjur, Jumat (6/2) kemarin.


Dengan adanya temuan itu, kata Brian, membuktikan bahwa HIV/AIDS tidak pandang bulu dalam hal penyebarannya. Umur, status, profesi, status maupun jenis kelamin seseorang memiliki risiko yang sama. Anak-anak, tua, muda, pelajar, karyawan, profesional, suami/istri, sudah berkeluarga atau belum sekalipun, tidak menjamin seseorang lepas dari risiko penyakit yang belum ditemukan obatnya itu.

Dikatakan Brian, hal terbaik memang adalah pencegahan. Selain itu, hubungan seksual pun sebaiknya hanya dilakukan jika sudah dalam bingkai keluarga. Pasalnya, hubungan seksual menduduki peringkat teratas sebagai sarana penularan virus tersebut.

Selain itu, pamakaian narkoba jenis suntik dengan bergantian atau tattoo yang menggunakan jarum bekas dari orang lain serta tidak steril bisa juga menjadi media penularan di peringkat kedua. Sedangkan sisanya adalah penularan dari ibu kepada anaknya melalui proses pemberian ASI.

“penyebab tertinggi tetap dari hubungan seksual. Selanjutnya ada jarus suntik, baik narkoba maupun tattoo. Sedangkan yang terkecil itu dari ibu yang menyusui anaknya melalui ASI,” ungkap Brian. (ruh/dep)