Walah, Pencuri di Rumah Dinas Pejabat Ternyata Anggota Satpol PP

Anggota Satpol PP Kaltara, DK (tengah) di ruang pemeriksaan Polres Bulungan, Kamis (5/2). Foto: Khaeruddin Elang
Anggota Satpol PP Kaltara, DK (tengah) di ruang pemeriksaan Polres Bulungan, Kamis (5/2). Foto: Khaeruddin Elang
Anggota Satpol PP Kaltara, DK (tengah) di ruang pemeriksaan Polres Bulungan, Kamis (5/2). Foto: Khaeruddin Elang

POJOKSATU – Pelaku pencurian di rumah dinas pejabat Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) akhirnya terungkap. Pelakunya ternyata anggota Satpol PP. Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Bulungan hanya butuh waktu kurang dari sebulan untuk mengungkap kasus ini.

Juru bicara Polres Bulungan, Aiptu Tutut Murdayanto mengungkapkan, DK (26) yang baru dua bulan menjadi anggota Satpol PP Pemprov Kaltara ditangkap saat hendak piket di kantornya, Kamis (5/2) pagi sekitar pukul 07.30 Wita.

“Dia ditangkap setelah pihak kepolisian mempunyai cukup bukti berdasarkan pengembangan penyidik yang melakukan penyelidikan,” katanya

Selain menangkap pelaku yang berdomisili di Jalan Cik Ditiro, Tanjung Selor Hulu, Kabupaten Bulungan, polisi juga  mengamankan beberapa barang bukti seperti sebuah laptop lengkap dengan charge, handphone lipat bermerek Samsung dan sebuah handphone merek nokia.


“Laptop sudah sempat digadai. Berdasarkan pengembangan sementara DK pelaku tunggal,” bebernya.

Selain membobol rumah dinas kepala Bappeda Kaltara, DK ternyata pernah terlibat kasus pencurian di tempat lain. Sejumlah perhiasan emas seperti gelang, cincin, dan kalung dicuri dari salah satu kos-kosan. Berdasarkan keterangannya kepada penyidik, lanjut Aiptu Tutut, barang curiannya itu dititipkan ke rekannya yang saat ini dalam pencarian.

Sementara itu, DK saat dikonfirmasi mengaku sebelumnya pernah berjaga di rumah korban sehingga telah mempelajari seluk beluk rumah tersebut.

“Saya masuk melalui jendela pada malam hari, lupa jam berapa, adapun uang sebesar Rp 13 juta saya gunakan untuk berfoya-foya,” akunya.

Saat ditanyakan apakah pernah melakukan hal yang sama sebelumnya? DK mengakui bahwa pernah melakukan hal yang sama akan tetapi bukan di rumah pejabat melainkan di kos-kos.

“Saya sudah dua bulan bekerja sebagai satpol PP.” jelasnya.

Sebagai informasi, pencurian di rumah dinas kepala Bappeda Kaltara terjadi Rabu (14/1) lalu sekitar pukul 21.00 Wita. Saat DK menjalankan aksinya, rumah memang dalam kondisi kosong, lantaran penghuni rumah sedang melaksanakan ibadah di gereja. Kejadian ini sendiri diketahui setelah pemilik rumah kembali dari gereja. Saat itu kondisi di dalam rumah sudah tidak seperti biasanya.

Berdasarkan keterangan Perdiana, anak dari Kepala Bappeda Frederick Ellia Kukang ke pihak Polres Bulungan, selain pintu kamar dalam kondisi terbuka, lemari pakaian saat itu sudah dalam kondisi terbuka dan berantakan. (keg/jpnn)