Razia Anak Punk, Temukan Ratusan Obat Penenang

Razia Anak Punk, Bogor. Foto: Metropolitan (Grup pojoksatu.id)
Razia Anak Punk, Bogor. Foto: Metropolitan (Grup pojoksatu.id)
Razia Anak Punk, Bogor. Foto: Metropolitan (Grup pojoksatu.id)

POJOKSATU – Polresta Bogor kembali merazia serta menangkap puluhan anak punk yang sedang mangkal di sekitaran Jalan Protokol, kemarin, Kamis (5/2).

Pe­nang­kapan terebut, berawal dari laporan masyarakat yang merasa resah dengan keberadaan anak-anak jalanan yang bergaya punk dan preman yang sering mangkal di lampu merah.

Dalam razia terebut, polisi mendapatkan barang bukti 250 butir Fexsimer atau obat kuning (obat penenang, red). Kebanyakan dari anak-anak jalanan tersebut usianya sekitar belasan tahun.

Kasat Narkoba Polres Bogor Kota AKP Maulana Mukaron mengatakan, akan bekordinasi dengan laboratorium kriminal (Labkrim) pusat untuk melihat kandungan dari obat tersebut.


“Karena obat tersebut ketika diminum efeknya seperti obat penenang,” kata AKP Maulana kepada Metropolitan di Mapolres Bogor Kota di Jl Kapten Muslihat.

Frexsimer atau obat kuning itu sangat mudah didapatkan di toko obat di pinggiran jalan dengan harga Rp500 per butinya. Kepolisian tidak menemukan adanya benda-benda tajam di antara anak-anak jalanan tersebut.

Mengenai pasal yang akan dijatuhkan untuk 25 orang yang terjaring, AKP Maulana mengatakan masih akan menguji veximer ini bersama jajaran reserse narkoba.

Karena obat jenis ini belum terdaftar dalam deretan obat terlarang. Namun, ia menjelaskan obat ini memiliki efek yang kurang lebih sama dengan narkotika. ”Kalau minum ini, efek pertamanya bisa budek. Makanya kita mau bawa ke lab dulu untuk diuji kandungan obatnya” tandasnya. (mg1/ram/zul)