Penguasa Yordania Piloti Jet Serang ISIS, Lebih Bernyali dari Obama

Penguasa Yordania Raja Abdullah II. Foto: Istimewa
Penguasa Yordania Raja Abdullah II. Foto: Istimewa
Penguasa Yordania Raja Abdullah II. Foto: Istimewa

POJOKSATU – Penguasa Yordania Raja Abdullah II marah besar lantaran Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) membunuh pilot tempurnya. Media-media Timur Tengah pun ramai mengabarkan raja ikut terjun menggempur markas ISIS di perbatasan Yordania-Suriah.

Surat kabar An Nahar memastikan Raja Abdullah II ikut berperang. Pada masa mudanya, pemimpin Yordania ini adalah perwira Angkatan Udara, memiliki kemampuan menerbangkan jet tempur.

Sedangkan Stasiun Televisi Fox News, melaporkan sang raja memangkas jadwal lawatan di Amerika Serikat awal pekan ini, setelah dipastikan sandera ISIS asal Yordania dibakar hidup-hidup. Abdullah II pun memutuskan segera pulang ke Ibu Kota Amman. Tiga tahanan teroris yang terkait dengan ISIS dieksekusi mati kemarin subuh.

”Raja Abdullah sangat marah, dia mengatakan siap memerangi ISIS sampai mereka kehabisan minyak dan peluru,” kata satu sumber dekat dengan istana Amman.


Keberanian Raja Abdullah menjadi obrolan ramai warga AS. Mereka membandingkannya dengan Presiden Barack Obama yang tak memiliki strategi jelas mengatasi situasi panas di Timur Tengah.

”Raja Abdullah jelas lebih bernyali dibanding Obama,” kata Senator Duncan Hunter, dari Partai Republik yang berseberangan dengan Gedung Putih.
Para militan ISIS akhir Januari mengontak Yordania, menuntut pertukaran tahanan Al Qaidah bernama Sajida al-Rishawi dengan pilot jet tempur Yordania Muath al-Kasaesbeh yang mereka sandera.

Jet tempur Muath mengalami kerusakan mesin di atas Kota Raqqa, pada Desember 2014, sehingga dia terpaksa menggunakan kursi pelontar. Namun nahas, sang pilot ditangkap para militan pendukung khilafah.

Karena Yordania dianggap tidak merespon tuntutan ISIS, Muath dibakar hidup-hidup di dalam bui. Video pembantaian itu lantas diunggah ke Internet. Warga Yordania marah besar. (mer/er/zul)