Pemerintah Fokus Kembangkan Industri di Luar Jawa

Saleh Husin
Saleh Husin
Saleh Husin

POJOKSATU- Menteri Perindustrian Saleh Husin menggelar Rapat Kerja membahas Pelaksanaan Program Kerja tahun 2014 dan Rencana Kerja Kementerian Perindustrian tahun 2015 bersama Komite II DPD RI di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta (Jumat, 6/2).

Dalam kesempatan itu, Menperin menyampaikan arah Kebijakan Pembangunan Industri Nasional sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, termasuk pengembangan perwilayahan Industri di luar pulau Jawa.

Dia juga menargetkan penumbuhan populasi industri dengan menambah paling tidak sekitar 9.000 usaha industri berskala besar dan sedang. Diharapkan, sebanyak 50 persen tumbuh di luar Jawa, serta tumbuhnya industri kecil sekitar 20 ribu unit usaha,” papar Saleh Husin.

Dijelaskan juga, capaian tentang fasilitasi pengembangan kawasan industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sei Mangkei (Sumatera Utara) dan Palu (Sulawesi Tengah), dengan terbentuknya Dewan Kawasan Ekonomi Khusus dan Badan Usaha Pengelola KEK.


Khusus kawasan pengolahan dan pemurnian hasil tamban atau smelter Morowali, Sulawesi Tengah, Menperin mengungkapkan proyek itu bakal beroperasi pada April tahun ini. Nilai investasi mencapai USD 4,3 miliar atau sekitar 50 triliun rupiah.

Smelter Morowali ini menjadi contoh bagaimana pembangunan kawasan industri di luar Jawa dapat kita wujudkan. Inilah bentuk hilirisasi yang secara konkret memberi nilai tambah,” jelasnya.

Di sisi lain, Saleh Husin juga mendesak agar para produsen ponsel segera mendirikan pabrik di Indonesia. Hal ini agar mereka tidak sekadar memanfaatkan Indonesia sebagai pasar produk tersebut. Jadi kita jangan hanya impor saja. Pabrikan harus ikut memberi nilai tambah dengan pendirian pabrik di sini,” tegasnya.

Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung arah kebijakan Menteri Perindustrian yang ingin mengembangkan  industri di luar Jawa. Hal ini sekaligus dapat membuka lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja.

“Saya berharap itu dapat terlaksana dan saya juga menilai Menteri Perindustrian memiliki perhatian yang lebih pada pengembangan industri yang lebih luas,” tandas senator asal Sumatera Utara ini. (zul)