Mengaku Wartawan Dari Media Mingguan, Peras Hingga Puluhan Juta

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU – Maraknya oknum wartawan abal-abal juga diungkapkan Kepala Desa Cipetir dan Ketua LPM Mayak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur yang juga mengaku didatangi oleh belasan oknum yang mengaku sebagai wartawan dari sejumlah media mingguan yang beralamat di Jakarta dan Bandung Barat.

Kades Cipetir, Sopian, Kecamatan Cibeber, mengatakan, belasan oknum wartawan itu datang dengan cara-cara preman. Mereka pun langsung menuding dirinya telah melakukan tindak pidana korupsi dengan melibatkan pengurus pemerintah desa.

Modusnya, lanjut Sopian, menawarkan paket pemberitaan berupa profil pemerintahan desa yang memiliki nilai bervariatif. Adapun nilai pemberitaan profil di media mereka itu mulai dari yang termurah, yakni Rp4 juta hingga yang termahal, yakni Rp40 juta.

“Mereka mengancam dengan nada tinggi akan memberitakan hal tersebut dan melaporkan temuan itu ke Kejaksaan Negeri serta Polres Cianjur. Namun mereka menawarkan menu agar berita tersebut tidak dimuat dan dilaporkan. Syaratnya, kami memberikan imbalan hingga Rp40 juta. Kami sangat diresahkan oknum tersebut, sedangkan program bansos itu belum dilaksanakan,” keluh Sopian.


Merasa tidak nyaman menjalankan tugasnya dan diperas, para kepala desa itu rencananya akan melaporkan ulah oknum wartawan tersebut ke Mapolres Cianjur karena beberapa orang diantaranya dibawah tekanan telah memberikan sejumlah uang dengan bukti kwitansi yang berstempel dan ada nama dari sejumlah media mingguan tersebut.

“Kami tidak merasa melakukan korupsi. Kami merasa tertekan dan tidak nyaman dengan kelakukan oknum tersebut yang setiap minggu selalu datang ke balai desa atau ke sekretariat LPM,” katanya.

Ketua LPM Desa Mayak, Kecamatan Cibeber, Maksum pun mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, belasan oknum yang mengaku sebagai wartawan itu datang dengan tidak sopan. Bahkan, pada malam hari pun, mereka kerap datang ke rumah tanpa melihat jam.

“Mereka selalu menekan, mengancam dan memaksa. Datang ke rumah juga tidak pernah lihat jam. Padahal sudah larut,” ucap Maksum yang dibenarkan Kepala Desa Mayak, Isep Hermawan.

Sementrara, Plt Ketua PWI Cianjur, Erin Darusalam, cukup menyanyangkan aksi tidak bermoral oknum wartawan tersebut. Untuk itu, pihaknya pun mengimbau kepada kepala desa dan aparatur desa di Cianjur agar tidak lagi melayani serta memenuhi permintaan oknum-oknum tersebut. Pasalnya, aksi mereka itu sangat merugikan wartawan yang sehari-hari bekerja sesuai dengan kode etik dan tanggungjawab terhadap perusahaan dan media tempat mereka bernaung. (Baca juga : Duh, Oknum Wartawan Peras Kades)

“Kami berharap oknum wartawan seperti itu jangan digubris. Pihak desa dapat menolak mereka secara halus jika mereka melakukan tindakan pemaksaan dan intimidasi. jika meminta sejumlah imbalan atau uang, silahkan laporkan ke PWI Cianjur atau langsung ke pihak berwajib,” tegas dia.(ruh/rik/dep)