Mahfud MD Sedih Anak Sukses Reformasi Dilumpuhkan

Mahfud MD
Mahfud MD
Mahfud MD

POJOKSATU – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD angkat suara soal kriminalisasi Komisi Pemberantasan Korupsi. Mahfud sedih karena KPK yang merupakan anak kandung reformasi paling sukses, kini sedang terancam dilumpuhkan.

Mahfud memberikan dukungan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi untuk segera menyelamatkan KPK. Sebab, jika lembaga anti rasuah itu tidak segera diselamatkan, maka kehancuran KPK tinggal menunggu waktu.

‎”Saya termasuk yang melihat KPK ini sedang dalam ancaman, ancaman pelumpuhan. Padahal kita semua butuh KPK,” kata Mahfud.

Menurut Mahfud, KPK adalah anak kandung reformasi yang merupakan salah satu anak kandung paling berhasil dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Ia sepakat jika institusi KPK segera diselamatkan. Termasuk juga penyelamatan untuk Polri.


Mahfud memberi saran penegakan hukum harus dibedakan berdasarkan Mala in se ‎dan Mala prohibita. ‎”Mala in se itu adalah orang melakukan tindakan hukum selain melanggar aturan resmi juga melanggar rasa keadilan dalam masyarakat, itu Mala in se. Tapi kalau Mala prohibita, orang melanggar aturan tetapi sebenarnya nggak merugikan apa-apa,” papar Mahfud.

Mantan menteri di era Presiden Gusdur itu memberikan perumpaan dari dua istilah tersebut. “Misalnya saya punya pembantu tanpa ada dokumen resmi dari daerah asalnya. Orang itu saya bawa ke kantor Kelurahan dan meminta cantumkan pembantu saya ke dalam keluarga saya. Itu mungkin dari presedur salah, tetapi kesalahannya mala prohibita bukan mala in se. Begitu juga kalau dijadikan pidana yang serius menimbulkan kesan kriminalisasi,” jelas Mahfud.

‎Hal yang sama juga mengacu kepada kasus dugaan pemalsuan dokumen Abraham Samad yang dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri. Malah Mahfud sendiri secara tidak langsung pernah melakukan hal itu. Saat menjadi menteri dan tinggal di rumah dinas, tiba-tiba saja Mahfud sudah dibuatkan KTP dan KK. ‎”Saya melihat kasus Samad yang di Sulawesi Barat itu kan hanya sifatnya mala prohibita, bukan serius pemalsuan,” pungkas Mahfud. (one)