KPU Usulkan Jadwal Pilkada Serentak Diubah Lagi

Ketua KPU menyalurkan hak suaranya. foto dokumen
Ketua KPU menyalurkan hak suaranya. foto dokumen
Ketua KPU menyalurkan hak suaranya. foto dokumen

POJOKSATU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengusulkan ke DPR agar merevisi sejumlah poin dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota (Pilkada). Di antaranya, memperpendek proses penyelesaian sengketa, mempertahankan uji publik dengan waktu yang lebih singkat, dan meminta hak penuh untuk menyusun waktu tahapan.

”Jangan dipatok terlalu baku di undang-undang karena akan menyulitkan. Demikian juga soal ketentuan hari kerja atau kalender. Itu penting dipertegas. Kita lihat saja apakah akan diadopsi atau bagaimana,”
ujar Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay.

Soal waktu pelaksanaan pemungutan suara pilkada, sebelumnya dalam diskusi dengan DPR, KPU mengusulkan dilaksanakan pada 2016, 2017, dan 2021. Usul itu diajukan dalam rangka menata siklus pemilu.

”Menurut saya, Februari itu nanggung. Mending didorong ke pertengahan tahun. Kita yakin, misalnya dilakukan April atau Mei, sekalipun sistem dua putaran dipertahankan, bisa selesai tahun itu juga,” ujarnya.


Dia mengakui, masih terbuka kemungkinan sengketa hasil pilkada. Namun, pelantikan pemenang pilkada masih tetap dapat dilaksanakan pada 2016 dengan cara mempersingkat aturan penyelesaian sengketa.

”Kalau Februari 2016, tahapan seperti pencalonan, pendaftaran pemilih harus sudah dilaksanakan pada 2015. Jadi, melompati tahun anggaran. Kalau Februari, apa anggaran sudah turun juga?” katanya.

Meski demikian, Hadar tetap berpegang pada ketentuan bahwa revisi sepenuhnya menjadi kewenangan pembuat undang-undang. Pihaknya sebagai penyelenggara hanya melaksanakan sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

”Intinya, kami menunggu. Dalam arti untuk memastikan peraturannya apa jadinya. Baru kemudian kami menerbitkan peraturan KPU. Dalam menunggu itu, kami terus siapkan aturan kampanye, dana kampanye, logistik, kita cek lagi pencalonan, dan lain-lain. Tidak terlalu sulit menggesernya. Kalau diubah, kan tinggal diperpendek,” ujarnya. (gir/JPNN/c6/fat/one)