E-Money Kalah Pamor Dengan Koin, Benarkah?

Foto: Jawa Pos Dok
Foto: Jawa Pos Dok
Foto: Jawa Pos Dok

POJOKSATU – Batas waktu sepekan penggunaan uang koin dalam pembayaran parkir di Jalan Agus Salim atau Jalan Sabang mestinya berakhir Kamis (5/2). Setelah itu, pembayaran parkir menggunakan e-money. Namun, rencana tersebut ditunda. Pengelola memberikan kelonggaran kepada pemilik kendaraan untuk tetap menggunakan uang koin.

Kepala Unit Pengelola Parkir DKI Sunardi Sinaga mengatakan, pihaknya masih mengevaluasi kebijakan penggunaan e-money. Sebab, selama sepekan sosialisasi e-money atau uang elektronik, ternyata banyak warga yang memilih menggunakan uang koin untuk membayar parkir.

Pekan lalu Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merilis unik alias uang elektronik untuk membayar parkir meter. Pemprov menggandeng enam bank untuk menyediakan kartu e-money. Ternyata sambutan masyarakat masih minim. Mereka tetap lebih suka membayar parkir dengan uang koin.

Belum juga pembayaran melalui e-money lancar, UPT parkir punya ide baru. Yakni, membayar melaluismartphone. ’’Jadi, bisa juga lewat handphone (HP),’’ ujarnya.


Untuk mendukung kebijakan itu, pihaknya akan bekerja sama dengan operator seluler. Ada beberapa operator seluler yang siap mem-back up. Namun, dia belum bisa memerinci model pembayaran dengan HP.

Sistem tersebut diharapkan makin memudahkan masyarakat membayar parkir. ’’Nanti operator memproduksi chip-nya untuk dipasang di HP. Kami sedang membahasnya bersama,’’ ujarnya. Menurut Sunardi, pihaknya juga sudah mengantisipasi sistem pembayaran via smartphone itu. Mesin parkir meter di Jalan Agus Salim siap menyesuaikan perubahan tersebut. ’’Nanti kami tinggal tempel saja HP-nya, sudah langsung bisa,’’ ujarnya.

Sementara itu, Dirut PT Mata Biru Wahyu Ramadhan menambahkan, penundaan penghapusan uang koin di Jalan Agus Salim sekaligus membuat rencana perluasan parkir meter di wilayah lain ditunda. Penerapan parkir meter di wilayah lain baru bisa dilakukan setelah evaluasi pelaksanaan di Jalan Agus Salim rampung.

Soal wacana pengembangan sistem pembayaran dengan menggunakan HP, Wahyu juga membenarkan hal tersebut. Nanti produk dari operator seluler itu berupa stiker. Isinya berupa angka-angka yang menjadi nomor pribadi pemilik kendaraan. Kemudian stiker tersebut ditempelkan di belakang HP dan berisi saldo berupa uang tunai. Saat membayar, mesin parkir meter secara otomatis memotong saldo di dalam stiker itu. ’’Kebijakan tersebut diterapkan dua minggu mendatang.  (bad/hud/c7/any/zul)