Duh, Oknum Wartawan Peras Kades

ilustrasi

ilustrasi-penipuan
POJOKSATU-Beberapa Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, menjadi korban pemerasan sejumlah orang yang mengaku sebagai wartawan. Puluhan orang tersebut berdalih bahwa kades-kades itu telah melakukan tindak pidana korupsi yang sebenarnya tidak pernah dilakukan.

Tindakan korupsi yang disangkakan oleh sejumlah orang yang mengaku wartawan kepada para kades itu adalah menyunat uang bantuan sosial yang didapatkan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

Bahkan, dua kades diantaranya, menyatakan terpaksa menyerahkan uangnya hingga jutaan rupiah pada oknum wartawan tersebut karena didesak dan diminta menandatangani surat pernyataan yang dibuat oknum wartawan tersebut.

Kepala Desa Cisalak, Kecamatan Cibeber, Nanang Suparman mengaku bahwa sejumlah oknum wartawan tersebut datang secara beramai-ramai dan melakukan intimidasi dengan disertai paksaan. Selain itu, mereka juga datang sekaligus dengan menggunakan dua kendaraan roda empat jenis minibus.


“Datangnya bersamaan dan bergerombol hingga belasan orang. Ke sini memakai kendaraan roda empat jenis minibus,” kata Nanang.

Nanang menuturkan, oknum tersebut tidak hanya sekali mendatangi dirinya, melainkan telah berkali-kali datang ke balai desa. Maksudnya adalah, tidak lain untuk menanyakan dana bantuan sosial rumah tidak layak huni (rutilahu) dari pemerintah pusat dan propinsi yang didapat 20 orang warga tidak mampu di wilayahnya.

Namun, tambah Nanang, dana tersebut belum direalisasikan dan diberikan kepada ke-20 warga yang menerima program rutilahu itu secara seluruhnya. Dengan alasana itu, oknum tersebut menuduh bahwa pihak desa telah menyunat dana tersebut hingga mencapai nilai total Rp80 juta.

“Dana tersebut memang belum direalisasikan seluruhnya karena pembangunan rumah tidak layak huni itu baru akan dilaksanakan dan sebagian lainnya baru setengah jalan,” terang Nanang.

Masih menurut Nanang, sisa dana yang belum diserahkan kepada warganya itu untuk selanjutnya disimpan di dalam rekening Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Cisalak karena memang tidak masuk dalam rekening desa.

“Selama ini dananya masih ada di rekening LPM. Tidak disunat, kok,” tutur dia. (ruh/rik/dep)